Tim SAR Evakuasi Jenazah di Pantai Wonoroto Pacitan, Diduga Korban Laka Laut Sepuluh Hari Lalu

oleh -51 Dilihat
Petugas gabungan Polsek Ngadirojo dan Tim SAR mengevakuasi jenazah di Pantai Wonoroto Desa Sidomulyo Pacitan
Personel Polsek Ngadirojo bersama Tim SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah yang ditemukan di bibir Pantai Wonoroto, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat (23/10/2026). (Foto: Dok. Polsek Ngadirojo)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Tim SAR gabungan bersama personel Polsek Ngadirojo mengevakuasi sesosok jenazah di bibir Pantai Wonoroto, Dusun Tawang Kulon, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat (23/10/2026) siang.

Jenazah tersebut diduga kuat merupakan Budianto (57), nelayan asal Kecamatan Tulakan yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut sepuluh hari lalu.

Keberadaan jenazah pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WIB oleh seorang nelayan setempat bernama Fajar. Saksi segera melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Ngadirojo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menerima laporan itu, petugas gabungan dari Polsek Ngadirojo, Koramil Ngadirojo, Satpolairud, TNI AL, Tim Inafis Polres Pacitan, BPBD, tenaga medis, serta nelayan setempat langsung menuju lokasi guna melakukan proses evakuasi.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, jenazah tersebut diyakini sebagai Budianto, warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, yang hilang kontak saat melaut pada Selasa (13/10/2026). Kendati demikian, kepastian identitas korban secara medis dan hukum tetap memerlukan prosedur identifikasi lebih lanjut.

Kapolsek Ngadirojo, AKP Andreas Hekso Soepriyo, menjelaskan bahwa identifikasi secara visual cukup sulit dilakukan mengingat jenazah telah berada di perairan dalam waktu yang cukup lama.

“Secara prosedur hukum dan medis, kepastian identitas memang memerlukan pemeriksaan ilmiah lebih lanjut, seperti tes DNA melalui tim Disaster Victim Identification (DVI). Mengingat kondisi fisik jenazah yang sudah tidak utuh dan sulit dikenali secara kasatmata akibat lama terpapar air laut, dugaan saat ini didasarkan pada keterangan keluarga serta keterkaitan dengan insiden kecelakaan laut sebelumnya,”kata AKP Andreas, Jumat (23/10/2026) saat dikonfirmasi Pacitanku.com.

Ia menambahkan, keterbatasan fasilitas uji forensik lanjutan di daerah membuat proses identifikasi sementara merujuk pada keyakinan pihak keluarga korban.

Baca juga: Update Laka Laut Pacitan: Satu Jasad Ditemukan Mengapung 1,5 Mil dari Pantai, Basarnas Teruskan Pencarian

Melalui penanganan terpadu ini, pihak kepolisian turut mengapresiasi sinergi seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Kapolsekk Ngadirojo juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut serta segera melapor apabila menemukan keadaan darurat di kawasan pesisir.

Sebagai informasi, insiden kecelakaan laut ini bermula saat Budianto (57) bersama rekannya, Mislan (66), berangkat melaut pada Senin (12/10/2026) sore.

Keduanya dinyatakan hilang setelah nelayan menemukan perahu dan mesin milik korban terdampar tanpa awak di kawasan Pantai Watu Murep pada Selasa (13/10/2026) pukul 02.30 WIB.

Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan jenazah Mislan dalam kondisi mengapung sekitar 1,5 mil laut dari bibir Pantai Tawang, Desa Sidomulyo, pada Kamis (15/10/2026) petang. Berselang delapan hari kemudian, jenazah yang diduga Budianto akhirnya ditemukan menepi di Pantai Wonoroto.

No More Posts Available.

No more pages to load.