Menolak Punah, Kawula Muda Pacitan Rawat Tradisi Leluhur Lewat Seni Panata Adicara

oleh -25 Dilihat
Peserta mengikuti babak penyisihan Lomba Panata Adicara ke-5 yang digelar Karang Taruna dan KNPI di Aula Dinas Sosial Kabupaten Pacitan.
LESTARIKAN BUDAYA: Suasana babak penyisihan Lomba Panata Adicara ke-5 yang digelar kolaborasi Karang Taruna, DPD KNPI, dan Dinas Sosial Kabupaten Pacitan di Aula Dinsos Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, PACITAN – Karang Taruna Kabupaten Pacitan bersama DPD KNPI dan Dinas Sosial setempat kembali menggelar babak penyisihan Lomba Panata Adicara ke-5 pada Kamis (22/10/2026) di Aula Dinas Sosial Pacitan.

Kegiatan tersebut digelar guna mencetak talenta muda pembawa acara berbahasa Jawa yang siap terjun ke masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Mulyadi, mengungkapkan bahwa ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan ruang pembinaan yang terbukti melahirkan master of ceremony (MC) profesional di tingkat lokal.

“Lomba ini melahirkan bibit-bibit unggul. Kemarin yang menjadi juara sudah aktif menjadi MC pernikahan di lingkungan masing-masing. Bahkan, ada pula desa atau kecamatan yang menyelenggarakan sendiri,”kata Mulyadi.

Kiprah para jebolan lomba tersebut membuktikan bahwa penguasaan bahasa dan budaya Jawa memiliki nilai guna sekaligus daya saing di tengah masyarakat.

Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Kawula Muda Pacitan Njaga Adiluhunging Budaya Jawi, Hanyengkuyung Pacitan Tumuju Gesang Raharja”.

Tema tersebut menegaskan peran strategis pemuda dalam merawat warisan leluhur sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang sejahtera.

Babak penyisihan kali ini diikuti oleh kalangan pelajar dan masyarakat umum dari berbagai kecamatan di Pacitan.

Kemampuan peserta dalam mengolah vokal, ketepatan berbahasa Jawa, serta penguasaan tata krama dinilai langsung oleh tiga juri, yakni Jarwadi, S.Pd. (Ngadirojo, Pacitan), Susilo Hadi, S.Pd. (Arjosari, Pacitan), serta KRT. Pramono Dwijodipuro, S.Sos. (Solo).

Sementara itu, Ketua Panitia, Sahrul, menuturkan bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah ini dirancang untuk memupuk kepercayaan diri kawula muda agar tidak canggung mempraktikkan tradisi leluhur.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda Pacitan tidak hanya berani tampil di depan umum, tetapi juga memahami dan menerapkan nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin tradisi panata adicara tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,”pungkas Sahrul.

No More Posts Available.

No more pages to load.