Pacitanku.com, PACITAN – Para peserta Konsolidasi Jagoan Desa se-Jawa Timur melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Watu Mejo, Desa Kembang, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu–Minggu (17–18/10/2026).
Kegiatan itu dilakukan guna mencegah abrasi dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Aksi konservasi ini berlangsung di sela agenda konsolidasi organisasi bertema “From Hore to Hero”.
Langkah tersebut menegaskan bahwa peran Jagoan Desa tidak berhenti pada penguatan kapasitas internal atau kegiatan seremonial semata, melainkan hadir melalui gerakan pelestarian alam yang konkret.
Kapten Nasional Jagoan Desa, Majid Widigdo, menyampaikan bahwa pelestarian kawasan pesisir menuntut partisipasi aktif lintas elemen demi keberlangsungan hidup di masa depan.
“Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menyediakan habitat bagi berbagai biota, membantu mengurangi risiko abrasi pada kawasan yang sesuai, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam penanaman dan pemeliharaan mangrove menjadi bagian penting dari upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” kata Majid di sela kegiatan.
Selain berfokus pada konservasi lingkungan, agenda di Pacitan ini menjadi momentum pembenahan organisasi berbasis hasil evaluasi Tim Sonar Nasional.
Setiap anggota didorong untuk memperluas wawasan dan membangun pola pikir strategis agar mampu melahirkan program yang berdampak langsung bagi warga desa.
“Sebagai tindak lanjut dari evaluasi Tim Sonar Nasional, dibutuhkan kreativitas dan cara berpikir yang lebih masif,” ujarnya.
Gerakan perubahan yang diusung Jagoan Desa juga menyasar upaya penyehatan ruang informasi publik.
Penguatan literasi digital, pembiasaan verifikasi fakta, serta penolakan terhadap penyebaran hoaks kini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial mereka guna merawat persatuan dan kepercayaan masyarakat dari tingkat desa.











