Pacitanku.com, SUDIMORO – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Pagerlor menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, yang terdampak kemarau panjang.
Aksi kemanusiaan yang digerakkan melalui dana infak program Bumbung Koin ini hadir saat sumber air warga dan tempat ibadah setempat mulai mengering.
Pengurus LAZISNU Pagerlor, Agus Suroso, menyampaikan bahwa distribusi air tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Pengurus Ranting NU Pagerlor.
Langkah ini diambil menyusul menyusutnya sumur warga serta mengeringnya aliran Sungai Nglaran yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat untuk mandi dan mencuci.
Dampak kemarau juga menyentuh fasilitas ibadah. Sejumlah masjid dan musala setempat mulai kesulitan menyediakan air untuk berwudu.
Bahkan, sebelum bantuan tiba, sebagian warga terpaksa menggali lubang kecil di dasar Sungai Nglaran yang mengering demi mengumpulkan air sedikit demi sedikit secara bergantian.
Guna mengatasi kesulitan tersebut, LAZISNU menyuplai air bersih yang diambil dari sumur pompa di Dusun Krajan ke berbagai dusun di Desa Pagerlor.
Distribusi dilakukan secara merata dengan menyediakan satu titik penampungan untuk setiap rukun tetangga (RT).
Seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber dari swadaya masyarakat yang dihimpun melalui gerakan Bumbung Koin.
“Bantuan air bersih ini sebetulnya juga dari warga NU untuk warga NU. Karena yang dikelola LAZISNU adalah infak warga NU lewat Bumbung Koin. Kami LAZISNU cuma pengemban amanah,”kata Agus.
Ia berharap gotong royong melalui infak tersebut dapat meringankan beban warga di tengah himpitan kemarau, sembari menanti turunnya hujan agar sumber air kembali pulih.
Apabila kemarau masih berlangsung lama dan kebutuhan warga tetap tinggi, NU Ranting Pagerlor berencana melanjutkan penyaluran air bersih secara berkelanjutan.











