Pacitanku.com, PACITAN – Wahana Anak Bangsa Peduli Indonesia Maju (WABPIM) sukses menembus birokrasi ketat guna menyalurkan hibah satu unit mobil Unit Donor Darah (UDD) senilai Rp700 juta dari Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya.
Satu unit mobil UDD tersebut diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan.
Penyerahan fasilitas kesehatan tersebut dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (17/9/2026).
Ketua WABPIM Siwi Rochani, mengungkapkan bahwa proses turunnya bantuan asing ini membutuhkan perjuangan prosedural yang panjang.
Baca juga: Pakai Uang Pajak Warga, Jepang Sumbang Mobil Donor Darah Rp650 Juta untuk PMI Pacitan
Pihaknya bersama Bakesbangpol dan PMI Pacitan wajib mempresentasikan rencana pengadaan langsung ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada akhir Februari 2026 guna memperoleh rekomendasi resmi penerimaan dana luar negeri.
Total anggaran Rp700 juta tersebut merupakan hasil kolaborasi pendanaan.
Sebesar Rp695 juta bersumber dari hibah Pemerintah Jepang untuk pembelian armada dan biaya auditor, sementara Rp5 juta sisanya merupakan swadaya kas PMI Pacitan guna pembuatan stiker operasional.
Pengadaan yang menjadi proyek ke-16 WABPIM ini diselesaikan dalam waktu tiga bulan dan diserahterimakan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 PMI.
“Akhirnya hasil pengadaan mobil unit donor darah ini kami serahkan kepada Bapak Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Bapak Takonai Susumu, yang selanjutnya diserahkan kepada PMI Kabupaten Pacitan untuk digunakan masyarakat sebagaimana mestinya,”tegas Siwi Rochani.
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, menyerahkan langsung armada tersebut kepada Ketua PMI Pacitan, Heru Wiwoho.
Takonai menyebut bahwa bantuan yang bersumber dari pajak rakyat Jepang ini sengaja diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di tingkat daerah agar manfaatnya dirasakan secara langsung.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Gagarin menegaskan bahwa mobilitas armada UDD baru yang lebih representatif ini akan mendongkrak akses PMI menjangkau pelosok desa, sekaligus mengamankan stok darah krusial untuk berbagai kondisi kegawatdaruratan medis warga Pacitan.












