Terinspirasi Sifat Nabi Muhammad, Kapolres Pacitan Instruksikan Layanan Publik Dipermudah

oleh -111 Dilihat
Suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dihadiri jajaran kepolisian dan elemen masyarakat di halaman Mapolres Pacitan.
Suasana khidmat mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dihadiri jajaran anggota kepolisian bersama elemen masyarakat di halaman Mapolres Pacitan, Selasa (25/8/2026) malam. Momentum ini sekaligus menjadi ajang untuk mempererat sinergi dan silaturahmi antara Polri dengan warga. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Sifat mulia dan keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi pijakan utama Kepolisian Resor (Polres) Pacitan dalam menghadirkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

Bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses layanan publik.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Mapolres Pacitan, Selasa (25/8/2026) malam.

Dalam amanatnya, Ayub menekankan bahwa empat sifat wajib Rasulullah sangat relevan diimplementasikan sebagai tugas pokok kepolisian, yakni menjadi pelindung dan pengayom yang humanis.

Ia secara khusus meminta unit-unit vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga untuk memberikan kemudahan akses, salah satunya melalui program SIM Bolo Bhabin.

“Meneladani dan mengingat perjalanan Nabi Muhammad SAW. Saudara-saudara sudah tahu, empat sifat beliau sebagai tugas pokok kepolisian. Divisi reserse, divisi lalu lintas agar lebih dipermudah. Ada beragam program yang dijalankan, SIM Bolo Bhabin agar diketahui oleh khalayak ramai,”jelas Kapolres.

Kemudahan layanan ini, lanjut Kapolres, merupakan bentuk adaptasi kepolisian terhadap dinamika sosial yang kian cepat.

Selain pada urusan administratif, spirit keteladanan Rasulullah juga diinstruksikan untuk diterapkan dalam aspek penegakan hukum. Kapolres meminta jajarannya tidak kaku dan lebih mengedepankan pendekatan mediasi saat menyelesaikan persoalan warga di tingkat akar rumput.

“Dalam rangka penegakan hukum agar mengikuti sifat Nabi Muhammad. Ada permasalahan silakan difasilitasi, dimediasi dengan baik. Agar dilaksanakan dengan baik, polisi bisa lebih dipercaya dan menjadi harapan kita semua,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Ayub mengingatkan kembali esensi ajaran Islam untuk selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar demi terciptanya keamanan wilayah yang kondusif.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Akhlak Nabi yang bermanfaat untuk masyarakat. Saling bekerja sama, saling bersatu, agar masyarakat adem tentrem dan guyub. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H,” pungkas Ayub.

No More Posts Available.

No more pages to load.