Geliat Olahraga Jujitsu di Pacitan, Pelan Tapi Pasti Menuju Prestasi

oleh -4071 Dilihat
Geliat Olahraga Jujitsu di Pacitan, Pelan Tapi Pasti Menuju Prestasi. (Foto: Resi Wulandari)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pacitan terus mencoba memupuk dan menyemai bibit-bibit untuk meraih prestasi.

Selain dari cabor bola voli yang memang menjadi salah satu olahraga andalan di Pacitan, sejumlah olahraga lain di Pacitan juga pelan-pelan mulai merangkak dan berkembang, salah satunya adalah olahraga jujitsu.

Ketua Cabang Institut Jujitsu Indonesia Pacitan Arindra Datta Adhy P menceritakan olahraga bela diri ini pertama kali masuk Pacitan pada tahun 1985, dimana pada masa awalnya dimotori oleh Hadi Sunarto.

Pria yang akrab disapa Indra ini menuturkan, Hadi Sunarto datang dari Ponorogo karena bertugas di dinas pengairan Kabupaten Pacitan.

“Awal kiprah beliau di Pacitan mendirikan tempat latihan (Dojo) jujitsu di Dusun Kebonredi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan, dan memiliki puluhan murid dari letting 1,2 dan 3 antara lain Joko, Saptoko, Mugiono, Gatot, Estu Setiawan, Tikno, Heni, Suwoto, Eko Hadi, Sudono, Kateni, Subardringu,”jelas Indra, saat dikonfirmasi pada Kamis (30/11/2023) di Pacitan.

Perkembangan jujitsu semakin pesat di Pacitan. Indra mengatakan pada tahun 1990, Joko menerima amanah memimpin dojo tanjungsari.

“Dan pada tahun 1991 subardringu (sabuk biru / Kyu 2) membuka tempat latihan (dojo) ke 2. Di Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan,”tandas dia.

Indra mengatakan kiprah Subardringu tahun ke tahun penuh perjuangan berlatih ke kabupaten lain ke provinsi maupun pusat hingga menyandang sabuk Hitam atau dan 3 dan prestasi yang sangat gemilang hingga memiliki murid ratusan orang diwilayah Wonoanti Tulakan.

Selanjutnya, Indra mengatakan ada peraturan putusan ADART jujitsu pasal 17, dimana pimpinan jujitsu dipilih oleh anggota dan batas masa jabatan 5 tahun, dan bisa mencalonkan lagi di periode berikutnya.

Pada akhirnya, Subardringu diberikan amanah dari dewan pelatih provinsi dan Dewan guru besar, sebagai dewan pelatih kabupaten pacitan,berduet dengan Suwoto.

“Jadi nama ketua jujitsu Pacitan tahun ke tahun Joko, Suwoto, Slamet, M Basuki dan Arindra,”tandasnya.

Pada tahun 2021, tepatnya 22 Mei, menjadi hari berkabung jujitsu Se- Kab Pacitan. Pasalnya, kata Indra, saat itu pimpinan generasi emas jujitsu Pacitan Subardringu berpulang selamanya.

Kehilangan yang mendalam dirasakan para pelatih dan siswa membuat jujitsu pacitan vakum 1 tahun, hingga pada tahun 2022 Arindra yang merupakan putra almarhum Subardringu sebagai ketua jujitsu cabang Pacitan dan Dwi Suyatno (DAN 2) sebagai Dewan pelatih jujitsu Kab. Pacitan.

Duet Arindra dan Dwi Suyatno menghantarkan atlet-atlet jujitsu Pacitan juara multi event KONI di berbagai provinsi. Selain itu, dojo-dojo baru di beberapa kecamatan juga seakan menjadi awal kebangkitan jujitsu generasi muda.

Saat ini, Jujitsu Pacitan memiliki 1 cabang, berinduk di Kabupaten Pacitan. Juga memiliki 7 ranting yaitu rjosari, Donorojo, Bandar, Tulakan, Ngadirojo, Kec. Pacitan, Kec Bandar dan memiliki 12 dojo.

Geliat Olahraga Jujitsu di Pacitan, Pelan Tapi Pasti Menuju Prestasi. (Foto: Resi Wulandari)

Beladiri Jujitsu, kata Indra, karena engan berlatih jujitsu baik untuk kebugaran tubuh, mengajarkan cara mempertahankan diri, berguna bagi siapapun, membangun disiplin dan keyakinan diri.

“Juga memberi latihan mental, cara terbaik bertemu teman baru, siapapun bisa melakukan jujitsu, pria, wanita, muda, tua, anak anak, jangkung, pendek, kurus, gemuk, difabel semua bisa nyaman dengan jujitsu,”paparnya.

Untuk cara promosinya jaman dahulu, latihan ditempat umum seperti di alun alun, di pesisir Pantai, sering mengikuti kegiatan tapak tilas jendral Sudirman, mengikuti kegiatan sosial di lingkungan dojo.

“Juga engikuti kegiatan Agustusan dengan menunjukan gerakan gerakan jujitsu, ‘gethok tular’ serta batas usia minimal mengikuti latihan beladiri jujitsu yaitu 7 tahun,”kata dia.

Seiring perkembangannya, para atlet jujitsu Pacitan, kata Indra, sering mengikuti pertandingan  tingkat kota, Provinsi, Nasional, multi event KONI.

Sejumlah prestasi pun berhasil dicapai, seperti tahun 2007-2023 meraih juara 1,2 kejuaraan UNESA se-jawa timur total 3 medali. Kemudian kejuaraan Universitas Muhamamdiyah (Unmuh) Ponorogo.

“Kejuaraan univet Sukoharjo sejawa total 3 medali, kejuaraan kapolres cup Madiun Sejawa total 5 medali, kejuaraan brawijaya antar pelajar se Jawa total 11 medali, juara umum 1, kejuaraan bupati CUP pacitan sejawa dan Bali total 36 medali, bupati ngawi cup se Jawa total 4 medali, PBJi jogja se Indonesia total 6 medali, kejuaraan unesa antar pelajar seindonesia total 8 medali, juara 2 nasional antar provinsi di Jakarta,”papar dia.

Kemudian juga juara 3 multi event koni  kejurnas Surabaya total 5 medali, juara 1 dan 2 multi event koni PORPROV JAWA TENGAH serta Juara 1 multi event KONI di cabor MMA PORPROV Jawa Timur.

“Bila ada orang lain yang pengen mengikuti olahraga ini Untuk wilayah pacitan Cukup datang ke stariat jujitsu cabang berlokasi di Jl. Dr Soetomo, nomor 52, Dusun Kebonredi, Desa Tanjungsari,”pungkasnya.