Khofifah Resmikan Dua Jembatan di Pacitan, Harapkan Dongkrak Perekonomian, Pendidikan Hingga Kekerabatan

oleh -Dibaca 110 kali
RESMIKAN JEMBATAN. Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin meresmikan jembatan di Pacitan untuk menunjang infrastruktur di Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Kembang di Desa Kembang Kecamatan Pacitan dan Jembatan Gandu di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan, Selasa (10/1/2023).

Kedua jembatan yang sempat putus akibat terjangan  banjir tersebut diresmikan secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Widjaja, Kepala Desa Kembang dan Kepala Desa Wonodadi Kulon.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan dibangunnya kembali kedua jembatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat konektivitas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Diantaranya memperkuat aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

“Jembatan putus masuk dalam prioritas penanganan. Jembatan ini bukan hanya memiliki fungsi fisik saja, melainkan juga memiliki fungsi menghubungkan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan juga menyambungkan seduluran,”katanya.

Peresmian jembatan ini juga menjadi pendukung maksimalisasi aktivitas masyarakat pasca PPKM resmi dicabut oleh Pemerintah Pusat.

“Maksimalisasi pemulihan sektor ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan kerukunan antar wilayah bersambung yang kemudian mempererat kekerabatan. Kepada masyarakat saya sampaikan bahwa jembatan ini sudah bisa dinikmati dan semoga memberikan manfaat barokah. Tolong dijaga dan dirawat ya,” jelasnya

Sebelumnya, Kedua jembatan tersebut sempat terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan bulan Oktober tahun 2022 lalu.

Diketahui, Jembatan Kembang dan Jembatan Gandu merupakan jalan penghubung utama masyarakat setempat. Karenanya, kerusakan kedua jembatan itu sempat melumpuhkan perekonomian, layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat Pacitan.

Baik Jembatan Kembang maupun Gandu, dibangun dengan kontruksi jembatan bailey. Kedua jembatan tersebut dibangun dengan sumber pendanaan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Jatim senilai Rp 6,03 miliar untuk Jembatan Kembang dan Rp3,08 miliar untuk Jembatan Gandu.

Sebagai informasi, Jembatan Kembang membentang sepanjang 39 meter dengan lebar 4,8 meter menghubungkan Desa Kembang dan Desa Sirnoboyo. Sedangkan Jembatan Gandu dibangun di atas Sungai Gandu menghubungkan Desa Wonodadi Kulon dan Desa Sembowo dengan panjang 27 meter dan lebar 4,2 meter.

“Akhirnya dengan mengucap  Bismillahhirrohmanirrahim marika kita resmikan Jembatan Kembang dan Jembatan Gandu di Pacitan. Semoga memberikan manfaat dan barokah bagi masyarakat luas . Amin,” pungkasnya.

Selain meresmikan jembatan, Khofifah turut menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak benca banjir di Desa Kembang dan Desa Wonodadi Kulon Kecamatan Pacitan yang secara simbolis diterima oleh 10 warga dari masing-masing desa.

Berdasarkan Data Penanganan Darurat Kerusakan Jembatan Dinas PU Bina Marga Prov Jatim, selain Jembatan Kembang dan Gandu, masih ada 2 jembatan lagi di Pacitan yang dibangun dengan Dana BTT Pemprov Jatim, yakni Jembatan Cangkring di Desa Cangkring, Kecamatan Ngadirojo dan Jembatan Dembo di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo.

Keduanya dilakukan proses penanganan darurat dengan Bronjong atau penahan pondasi dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp. 803 juta untuk Jembatan Cangkring dan Rp.655 juta untuk Jembatan Dembo.