Beri Pelatihan dan Pendampingan, Rumah Kurasi Jatim Dorong UMKM di Pacitan Naik Kelas

oleh -Dibaca 1,019 kali
DAMPINGI UMKM. KADIN Pacitan bekerja sama dengan Pemkab Pacitan menggelar kegiatan kurasi produk UMKM yang diisi rumah kurasi Jatim dan diselenggarakan pada Kamis (3/8/2022) Kantor KADIN Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Rumah kurasi Jawa Timur terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pacitan naik kelas. Hal itu diwujudkan dengan kegiatan kurasi produk UMKM untuk scale up dengan tajuk “UMKM Naik Kelas” yang diselenggarakan pada Kamis (3/8/2022) di Pacitan.

Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan yang diikuti oleh 50 pegiat UMKM di Pacitan.

Baca juga: Diikuti 50 Pegiat UMKM, Kadin Pacitan Gelar Kurasi Produk Bertajuk “UMKM Naik Kelas”

Ketua Rumah Kurasi Jatim Setyohadi saat dikonfirmasi Pacitanku.com di sela-sela kegiatan kurasi produk UMKM mengatakan kegiatan itu diharapkan agar UMKM di Pacitan naik kelas dengan memiliki standar mutu dan kelayakan.

“Kurasi ini tahap awal untuk pemetaan dan klasterisasi UMKM di Pacitan, sehingga saya belum melihat (kualitas UMKM di Pacitan), sehingga kita masih dalam proses,”jelasnya.

Berdasarkan pengalaman yang ada, Setyohadi menuturkan kualitas UMKM di Pacitan masih perlu banyak ditingkatkan, baik kualitas packaging, perijinan dan yang utama adalah Kesehatan dari UMKM.

“Rata-rata masih belum punya manajemen yang bagus, bagian produksi, pemasaran masih ditangani sendiri, diborong kabeh,”tandasnya.

Sehingga dengan kurasi produk ini, Setyohadi mengharapkan nanti UMKM diarahkan menuju kepada yang lebih baik,.

“Yang kurasi nanti produk, manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen kontrol, terus pemasaran, dan yang paling penting menciptakan pasar, dan sekaligus bagaiaman menaikkan omset UMKM yang ada,”jelas Setyohadi.

Salah satu yang didorong dalam upaya UMKM naik kelas, Setyohadi menyebut adalah pemasaran digital yang mutlak diperlukan di era saat ini.

“Sehingga sebetulnya yang juga dibutuhkan adalah anak-anak muda para creator-kreator ini, sebab pegiat UMKM ini rata-rata usia 40 tahun keatas, sehingga urusan digital marketing bisa diberikan kepada anak-anak muda,”papar dia.

Dia juga mendorong agar Pemeirntah bisa mengalokasikan anggaran untuk para digital marketer yang bisa memasarkan UMKM tersebut.

“Pemda mengalokasikan biaya untuk melatih dan mendampingi dari pelatihan ini, mereka mendapatkan honor sehingga meeka bisa fokus di marketing produknya, ini tentu lebih baik daripada kasapitas produksinya ada tapi pemasarannya belum ada,”imbuh Setyohadi.

Pihaknya, imbuh Setyohadi, mengatakan kegiatan ini tidak berhenti sampai disini. Karena aka nada tindak lanjut berupa follow up, baik dalam bentuk pelatihan atau pendampingan.

“Didampingi marketnya akeses buyer dan sebagainya, sebab bisnis apapun kan tujuannya omzetnya naik, ini juga kita bantu mapping, lebih fokus nanti juga sinergi dengan Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.