Seorang Pekerja Tambang di Tulakan Tewas Tertimbun Longsor

oleh -Dibaca 3,071 kali
Seorang pekerja tambang dari PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) tewas tertimbung tanah longsor di kawasan tambang PT GLI pada Senin (4/7/2022) siang. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, TULAKAN – Seorang pekerja tambang dari PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) tewas tertimbung tanah longsor di kawasan tambang PT GLI pada Senin (4/7/2022) siang.

Menurut keterangan Kapolsek Tulakan AKP Umaryono dalam keterangannya kepada awak media mengatakan kejadian tanah longsor yang mengakibatkan seorang pekerja tambang meninggal dunia itu terjadi pada Senin siang sekitar pukul 13.10 WIB, di kawasan tambang PT GLI, Dusun Pinggir, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Pacitan.

Kapolsek mengatakan kondisi terowongan tambang tempat peristiwa tersebut memiliki kedalaman lurus horizontal sedalam 600 meter dengan lebar 1,2 meter dengan ketinggian 2 meter.

“Jadi kejadian laka di PT GLI itu terjadi setelah pekerja itu makan siang, pukul 13.10 WIB, kemudian bekerja lagi, seabanyak 4 orang masuk terowongan, korban ini nyangkul dinaikkan ke grobak sorong untuk dibawa keluar, saat menyangkul tiba-tiba terjadi longsor bagian atas terowongan, material mengenai kepala dan korban meninggal,”kata Kapolsek.

Kapolsek mengatakan akibat peristiwa itu, seorang pekerja tambang meninggal dunia atas nama Sukatno (36) warga RT/RW 01/II Dusun Pinggir Desa Kluwih Kecamatan Tulakan.

Selain mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia, Kapolsek mengatakan satu pekerja mengalami luka berat yaitu patah kaki kiri atas nama Sugeng (45) warga RT/RW 01/VIII Dusun Brungkah, Desa Pagerjo Kecamatan Ngadirojo.

Selain itu dua korban mengalami luka ringan masing-masing Setiawan (32) warga RT/RW 01/II Dusun Pinggir Desa Kluwih Tulakan dan Imron Ardianto (35) warga RT/RW 01/VIII Dusun Brungkah, Desa Pagerjo Kecamatan Ngadirojo.

“Korban meninggal dunia jenazah diserahkan ke pihak keluarga, korban luka berat patah kaki dirawat di Puskesmas Ngadirojo dan yang dua korban luka ringan saat itu juga langsung pulang,”jelas Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek menuturkan pihaknya hingga saat ini juga menutup lokasi terowongan tambang PT GLI tersebut.

“Upaya kita mendatangi TKP, kemudian  menutup lokasi terowongan sampai waktu yang tidak ditentukan,”pungkasnya.