Hindari Badai dan Gelombang Laut, Kapal Tongkang Rute Cilacap-Kalimantan Terdampar di Pacitan

oleh -Dibaca 7.224 kali
Satu unit kapal tongkang pengangkut batu bara terdampak di Teluk Pacitan akibat diterjang badai serta gelombang laut pada Ahad (26/6/2022) WIB. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Satu unit kapal tongkang pengangkut batu bara terdampar di Teluk Pacitan akibat diterjang badai serta gelombang laut pada Ahad (26/6/2022) WIB.

Komandan Pos Angkatan Laut Pacitan Peltu Artor Subroto dalam keterangannya, Ahad, di Pacitan mengatakan satu unit kapal tongkang dengan muatan kosong tersebut sedianya dalam perjalanan dari kabupaten Cilacap ke Kalimantan dengan maksud mengambil batu bara dari Kalimantan.

Namun nahas, dalam perjalanan pelayaran ke Kalimantan, badai serta gelombang tinggi menerjang kapal tersebut.

“Ini adalah kapal Transpower 216 dalam perjalanan dari Cilacap menuju ke Kalimantan, dalam pelayarannya menghindari badai berlindung di teluk Pacitan, tetapi saat proses berlindung, terbawa gelombang tinggi dan angin, awalnya lego jangkar tetapi jangkar kalah dengan badai, jenis kapal tongkang kosong,”kata Peltu Artor.

Beruntung, kata Peltu Artor, saat peristiwa tersebut terjadi, sebanyak 9 Anak Buah Kapal (ABK) selamat. “9 ABK selamat pada saat ini seluruh ABK di pos kamladu Pacitan dalam keadan selamat,”tandasnya.

Untuk melakukan langkah tindaklanjut, Peltu Artor mengungkapkan upaya yang dilakukan adalah menghubungi agen kapal tersebut.

Namun demikian dia mengatakan belum bisa memastikan kapan akan dilakukan evakuasi kapal besar tersebut.

“Masih belum bisa pastikan kapan akan dilaksanakan evakuasi, yang pasti menunggu cuaca reda karena sampai saat ini memang masih angin kecnang, dan ombak masih sangat tinggi perkiraan 4-6 meter ombaknya,”pungkasnya.

Sementara, salah satu ABK yan tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan detik-detik saat kapal tongkang tersebut terdampak di Teluk Pacitan dalam perjalanan dari Cilacap menuju ke Kalimantan.

“Malam kita lagi berlindung, jam 1 angin datang, dan kapal gak kuat bertahan, kondisinya luar biasa, ombaknya sampai 3 meter 4 meter menerjang tongkang kosong dan bantuan sedang menuju kesini,”katanya.