PDHI Sebut Bandar-Nawangan Jadi Titik Kritis Penyebaran Dugaan Penyakit Mulut Kuku di Pacitan

oleh -Dibaca 772 kali
PERIKSA TERNAK. Petugas dari Pemkab Pacitan memeriksa ternak di kawasan Pasar Pon Pacitan pada Kamis (12/5/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kabupaten Pacitan Mahendra Setyo Hantoro menyebut Kecamatan Nawangan dan Bandar menjadi titik kritis penyebaran dugaan Foot and Mouth Disease atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Data yang diperoleh PDHI Pacitan, hingga Senin (6/6/2022), sudah 55 kasus suspek PMK dan dimungkinkan masih terus bertambah.

“PMK mulai memasuki kabupaten Pacitan, titik kritis sudah memasuki Pacitan,”kata Mahendra saat dikonfirmasi Pacitanku.com pada Selasa (7/6/2022) di Pacitan.

Salah satu daerah cukup banyak dugaan PMK, kata Mahendra, adalah Kecamatan Bandar, dimana  sudah ditemukan puluhan hewan ternak yang mengarah pada gejala PMK.

“Sebagian hewan ternak sudah memiliki  gejala PMK dan sudah diambil pengambilan sampel untuk dilanjutkan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan,”jelasnya.

Data yang diperoleh, sebanyak 32 hewan ternak di Kecamatan Bandar yang berasal dari tiga desa, yakni Desa Bandar (12 kasus), Desa Tumpuk (16) dan Desa  Watupatok (4).

Mahendra Setyo PDHI Pacitan

Selain Bandar, Kecamatan Nawangan juga menjadi daerah cukup banyak, dengan 13 kasus dugaan PMK.

Mahendra mengatakan, peringatan dini di perbatasan sudah dilakukan. Namun menurutnya masih kurang dan memerlukan dukungan dari pemerintah daerah.

“Early warning di perbatasan sudah dikuatkan namun sekali lagi PDHI Pacitan juga mendukung upaya penanganan PMK di Pacitan,”tandas Mahendra.

PDHI, imbuh dia, sangat mengharapakan sekali khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dapat serius untuk menanggulangi virus PMK di Pacitan.

“Sebagai contoh di Bandar, angka penularan bisa mencapai 2 ekor per-hari,”tegasnya.

Data yang diterima hingga Senin (6/6/2022), terdapat 55 kasus suspek PMK dengan sebaran terbayak di wilayah Bandar 32 kasus, Nawangan 13 kasus, Donorojo 2 kasus, Tegalombo 6 kasus Tulakan 2 kasus.