Dukung WCD 2021, Relawan KSB Kandangdoro Tangguh Gelar Aksi Pungut Sampah di Pantai Banyu Tibo

oleh -Dibaca 552 kali
PUNGUT SAMPAH. Relawan KSB Kandangdoro Tangguh bersih-bersih pantai di Banyu Tibo, Sabtu (18/9/2021). (Foto: Wildan)

Pacitanku.com, DONOROJO – Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kandangdoro Tangguh melakukan kegiatan aksi pungut sampah di Kawasan Wisata Banyu Tibo, kegiatan tersebut merupakan dukungan terhadap World Clean Up Day Tahun 2021, Sabtu (18/9/2021).

Ketua KSB Kandangdoro Tangguh, Heru Suprianto dalam keterangannya mengatakan setelah dilatih pada bulan lalu, KSB Kandangdoro tangguh telah melakukan beberapa kegiatan.

“Diantaranya hari Sabtu (11/9) melakukan simulasi lapang ancaman gempabumi dan tsunami di Pelabuhan Tamperan yang disaksikan langsung oleh menteri sosial Tri rismaharini,”kata dia.

Selain itu, kata Heru, pada Sabtu (18/9/2021), selain baksos juga mengadakan simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami menghadirkan nara sumber BPBD Pacitan dan Tagana Pacitan.

Relawan KSB Kandangdoro mendapatkan materi dari BPBD Pacitan. (Foto: Wildan)

“Kami menghadirkan BPBD sebagai narasumber mitigasi bencana untuk memberikan pemahaman kepada kami selaku relawan KSB, Tagana juga hadir mendukung,”tandasnya.

Tak hanya itu, relawan KSB Kandangdoro Tangguh juga mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, utamanya janda tua, sebatangkara.

 “Relawan juga distribusi 50 paket sembako kepada masyarakat sekitar, sasaran utama janda tua, sebatang kara,”kata Heru yang juga ASN salah satu lembaga pendidikan di Desa Kalak itu.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Diannita Agustinawati mengatakan mengapresiasi kegiatan KSB Kandangdoro telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Terima kasih KSB Kandangdoro, telah memberikan waktu kepada kami untuk memberikan edukasi mitigasi bencana,”ujar Diannita.

Terkait gempa dan tsunami di pacitan, merupakan kajian secara ilmiah, sebagai potensi bukan prediksi, sehingga dia meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.

 “Masyarakat tidak boleh panik, tetap tenang namun waspada, ini potensi bukan prediksi, jargon 20 20 20 modal masyarakat untuk menyelamatkan diri,”tandas Diannita.

Untuk diketahui, KSB Kandandoro tangguh telah dibentuk dan dilatih oleh Tagana Training Center Kementerian Sosial selama tiga hari mulai 16 Agustus hingga 28 Agustus 2021 di Lapangan Desa Kalak.

Nama Kandangdoro merupakan akronim dari Kalak, Sendang dan Widoro yang notabene wilayah relawan berdomisili. Saat ini ada 60 orang relawan KSB berbasis kawasan yang terbagi menjadi beberapa tim, seperti keposkoan, logistik, shelter, dapur umum dan Team Reaksi Cepat (TRC).

Kontributor: Wildan Nur Swi Harmoko
Editor: Dwi Purnawan