Gugus Tugas Pacitan: Dana Desa Bisa Dikelola untuk Menanggung Pasien Isoman

oleh -10178 views
Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Dwi Purnawan)

Pacitanku.com, PACITAN – Juru bicara tim percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemerintah Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan Pemerintah Kabupaten tidak menanggung biaya untuk pasien yang sedang menjalani isolasi atau karantina mandiri akibat terpapar COVID-19 atau kontak erat.

“Pemerintah tidak mungkin (menanggung), belum ada yang menanggung masalah itu, kebutuhan mereka yang utama dicukupi keluarga, keluarga kan punya,”kata Rachmad saat dikonfirmasi awak media, Rabu (27/1/2021) kemarin di Pacitan.

Sehingga, jatah makan atau kebutuhan sehari-hari bagi pasien isolasi mandiri tidak ditanggung pemerintah.

“Kalau vitamin dapat, kita kasihkan ke bidan desa, keluarga yang isolasi mandiri bisa minta ke bidan desanya,”tandas pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Meski demikian, Rachmad menyebut masyarakat yang sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri bisa menyampaikan ke desa. Sebab, kata dia, dana desa memungkinkan untuk menanggung biaya pasien selama isolasi mandiri.

“Yang nomor dua, ketika tidak punya keluarga dan masyarakat, sekitar tidak punya kekuatan baru ke desa, desa kan punya dana desa, itu kan bisa digunakan untuk COVID, BLT, cuman masalahnya disini banyak tidak berani menggunakan itu. Silahkan dipakai ndak papa,”jelasnya.

Pemerintah Kabupaten sendiri, kata Rachmad, sudah membuat Surat Edaran (SE) Bupati Pacitan tentang isolasi mandiri pasien, termasuk mendorong keluarga, masyarakat dan Pemdes turun dengan dana desa.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dr Trihariadi Hendra Purwaka mengatakan pemberian vitamin untuk pasien isolasi mandiri diberikan tim gugus tugas selain dinas

“Kalau secara tupoksi, anggaran, kami di Dinas Kesehatan anggaran vitamin untuk tenaga kesehatan, untuk diluar nakes, kita sifatnya memberi rekomendasi, dan pelaksanaan pemberian vitamin, termasuk pemberian masker itu dari tim selain Dinkes, misalnya BPBD atau Dinas Sosial,”kata dr Hendra.

Data yang diperoleh hingga Kamis (28/1/2021), angka penularan COVID-19 di Pacitan masih terjadi. Hal itu seiring bertambahnya jumlah pasien positif COVID-19 pada Kamis (28/1/2021) sebanyak 15 pasien, sembuh 20 pasien dan meninggal dunia 1 pasien.

Dengan demikian, data paparan COVID-19 di Pacitan sejak kasus pertama bulan April 2020 lalu hingga Kamis (28/1/2021) sebanyal per hari Sabtu (9/1/2021) ini, total kasus konfirmasi COVID-19 tembus angka 1.608 dengan rincian total ada 359 pasien aktif yang positif COVID-19, total 1.208 orang telah sembuh, dan total 41 orang meninggal dunia.

Angka penularan COVID-19 di Pacitan per bulan Januari 2021 ini masih menunjukkan grafik kenaikan. Dimana warga yang terpapar pada Januari 2021 ini 849, sembuh 603 dan meninggal dunia 20 orang.

Pewarta: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan