Begini Kerennya Hasil Kerajinan Tangan Siswa SD Mentoro

oleh -1.964 views
Acara pameran hasil karya seni Siswa Sekolah Dasar (SD) Mentoro, di Jalan Grindulu, no, 35, Pacitan, Jum'at (10/1/2020). (Foto: Agus Hermawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Usai pembagian raport, para wali murid mulai  menghadiri acara  pameran hasil karya seni Siswa Sekolah Dasar (SD) Mentoro, di Jalan Grindulu, no, 35, Pacitan, Jum’at (10/0/2020).

Menurut para wali murid, hasil karya siswa – siswi dari bahan bekas patut diapresiasi.

“Hasil karya yang ditampilkan oleh para murid SD Mentoro ini. Semuanya bagus bagus. Apalagi, karya yang ditampilkan juga unik-unik. Semua kerajinan yang ditampilkan juga terbuat dari sampah. Seperti botol aqua, Bungkus bungkus jajanan, plastik, kardus yang semuanya dari bahan bekas,”kata Awan, salah satu wali murid.

Ia juga menambahkan dengan pameran yang ditampilkan, dapat memotivasi anak anak sekolah, dan mendorong agar lebih semangat dalam mengembangkan bakat yang dimiliki siswa – siswi.

Adapun, pameran ketrampilan dari barang bekas hasil karya siswa, Kepala Sekolah SD Mentoro, Isyarat Murni, selalu memberikan semangat para anak didiknya dalam membuat prakarya daur ulang yang berasal  dari barang bekas. Dimana sejumlah prakarya dari murid kelas I sampai VI dipamerkan di beberapa kelas SDN Mentoro.

“Ini merupakan sebuah perwujudan kreatifitas anak – anak kami, dimana mereka semangat dan dapat memgembangakan potensi yang dimiliki,” kata Kepala Sekolah SD Mentoro, Isyarat Murni.

Dia mengatakan, langkah yang dilakukan saat ini dengan harapan menjadi aspirasi bagi masyarakat, wabil khusus wali murid, mengingat dan menimbang bahan yang sering dibuang percuma, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang punya daya guna untuk kehidupan sehari – hari.

“Yang dapat kita kerjakan dari sekolah ini, kita selalu berinovasi untuk memunculkan daya kreatifitas bagi siswa – siswi SD Mentoro ini, kami juga membuat taman bunga yang ada disetiap depan kelas, sehingga pemandangannya slalu asri dan nyaman,”pungkasnya.

Pewarta: Agus Hermawan
Penyunting: Dwi Purnawan