Puskesmas Bubakan Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Limbah Sampah Bersama Akhmad Ikhsan

oleh -13595 views
Pelatihan pengolahan pakan ternak dengan limbah sampah organik di Desa Gasang, Tulakan. (Foto: IST)

Pacitanku.com, TULAKAN – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bubakan, Kecamatan Tulakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gasang menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak dengan dengan limbah sampah organik melalui metode fermentasi.

Kegiatan yang menghadirkan tokoh pemberdayaan masyarakat Akhmad Ikhsan tersebut digelar pada Selasa (7/1/2020) di Kantor Desa Gasang, Tulakan.

Sebagai informasi, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), merupakan pendekatan  untuk mengubah perilaku higienis dan  saniter masyarakat. Mempunyai lima pilar untuk mensukseskan program tersebut salah satunya pengamanan sampah rumah tangga, yang sampai saat ini banyak belum menyadari guna menciptakan lingkungan sehat.

Bidang Sanitasi Puskesmas Bubakan, Sri Hariyanti dalam keterangannya mengatakan dengan digelarnya pelatihan tersebut dapat mengubah kebiasaan yang tidak baik dalam hal pembuangan sampah.

Selain itu, kata dia, juga membantu masyarakat sebagai solusi pakan ternak yang bagus, sebab selama ini pihak Puskesmas dalam menerapkan lima pilar kepada masyarakat paling sulit yakni pengelolaan sampah.

“Harapan kami ini bisa diterapkan masyarakat, karena selama ini dalam melaksanakan lima pilar STBM dari lima pilar itu kami kesulitan di pengelolaan sampahnya. biasannya masyarakat desa mempunyai pekarangan yang luas menurut mereka membuang sampah belum menjadi permasalahan,”kata Sri.

Kepala Desa Gasang Setiadji menyampaikan terimakasihnya kepada Akhmad Ikhsan, yang telah menyempatkan waktunya memberikan pelatihan di desanya. Sebab mayoritas masyarakatnya para peternak dan sangat bermanfaat, dari pada sampah selama ini hanya dibuang.

“Sangat berterimakasih, apalagi dengan pengelolaan sampah organik, karena apa? masyarakat saya 80 persen adalah peternak. Itu lebih bermanfaat dari pada hanya dibuang, saya mewakili pemerintah desa sangat berterimaksih kedepan saya akan memprogramkan. Berharap masyarakat dapat mempraktekkan sesuai kemampuannya,”katanya.

Selain itu,kata dia, juga diharapkan diharapkan dapat terciptanya lingkungan menjadi bersih dan sehat, pakan ternak tersedia setiap saat, waktu tidak tersita untuk merumput sehingga tidak kesulaitan pakan di musim kemarau, kotoran ternak dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman baik palawaija maupun perkebunan.

“Juga terwujudnya desa STBM dan nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (ADV/RAPP002)