Review Jalur Pacitan-Solo Via Sedeng

oleh -991 views
Jalur Sedeng sebelum dilebarkan. (Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Selain dikenal dengan wisatanya yang cukup banyak, Kabupaten Pacitan juga dikenal memiliki banyak jalur berkelok. Hal itu dikarenakan topografi Pacitan yang sebagian besar berbukit. Nah, salah satunya adalah jalan alternatif Pacitan-Solo melewati Desa Sedeng.

Jalur ini menjadi salah satu jalur alternatif favorit, terutama jika ingin memangkas selisih jarak, baik dari Solo menuju ke Pacitan atau sebaliknya melewati Kecamatan Pringkuku.

Jika melalui jalur Pansela di Kecamatan pringkuku, jarak tempuh dari Kecamatan Pringkuku menuju Pacitan kota atau sebaliknya sekitar 15 kilometer. Namun jika melalui Sedeng, jarak sejauh itu bisa dipangkas menjadi 7 kilometer saja.

Namun demikian, bagi Anda yang melewati jalur Sedeng ini akan menemui medan yang sangat menantang dan bisa dikategorikan ekstrem bagi yang pertama kali lewat jalur ini. Tidak hanya banyak tikungan, jalur ini juga memiliki tanjakan dan turunan ekstrem.

Jalur Sedeng saat proses dilebarkan. (Dok Pacitanku)

Nah, setidaknya ada dua titik tanjakan dan turunan yang membuat Anda, bagi yang akan menuju ke Pacitan atau sebaliknya, ekstra waspada.

Sekitar empat menit, jika Anda dari Pringkuku, akan tiba di turunan/tanjakan Mloko. Jalur menurun dengan kelokan ini sangat berbahya, sehingga penguasaan medan dan kehati-hatian menjaga laju kendaraan menjadi kunci melewati turunan ini. Di kawasan ini juga beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas.

Titik Mloko ini adalah salah satu titik ekstrem pertama di jalur Sedeng. Sebab sekitar 2 kilometer ke arah kota, jalur ekstrem kembali dijumpai.

Yakni dikenal dengan turunan Mbah Sastro. Disini, diawali jalan menurun, lalu ternyata jalan tiba-tiba menikung ke kiri, yang tentunya membuat sebagian pengemudi bisa terkecoh kaena biasanya memacu kendaraan sejak dari titik atas. Sehingga saat tiba di titik ini, sopir panik dan kadang tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.

Di wilayah turunan ekstrem terakhir sebelum memasuki wilayah Kota inilah, yang menjadi titik paling ekstrem di jalur Sedeng.bahkan, kecelakaan sering terjadi di titik ini. Atas hal itu, Pemerintah memasang pagar pembatas jalan, rambu-rambu peringatan. Namun seringkali rambu pembatas jalan tersebut tertabrak kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Beruntung, pemerintah setempat mulai melakukan pelebaran terhadap titik ini, sehingga luas jalanan semakin bertambah. Utamanya di titik ekstrem ini, di turunan Mbah Sastro dan di wilayah turunan Mloko. Diharapkan dengan adanya pelebaran dan perawatan jalur ini, mampu mengurangi kejadian laka lantas yang kerap terjadi di titik ini.

Hingga saat ini, memang jalur Sedeng masih menjadi favorit jika akan menuju ke Pacitan atau Solo untuk memangkas jarak. Seiring dengan pelebaran jalan di jalur ini, tentu hal itu menjadi kabar baik. Namun demikian tetap hati-hati saat melintas di jalur ini ya. Jangan ngebut dan pastikan kendaraan Anda dalam keadaan prima.

Video Review jalur Sedeng