3.606 Relawan Pacitan Kumpulkan 7 Ton Sampah di “World Clean Up Day 2018”

oleh
AYO BERSIHKAN SAMPAH. Siswa MI GUPPI Donorojo bersemangat mengkampanyekan World Clean Up Day 2018. (Foto: Wildan Nur Swi Harmoko)

Pacitanku.com, PACITAN –  Ribuan peserta dari berbagai kalangan melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah titik di Kabupaten Pacitan dalam rangka “World Clean Up Day 2018 (WCD)” di daerah setempat.

Anita Bidaryati, Koordinator aksi WCD Pacitan, saat dihubungi Pacitanku.com pada Minggu (16/9/2018) mengatakan kegiatan tersebut sebagai program aksi sosial internastional yang bertujuan mengurangi populasi sampah secara global.

Di Pacitan, kata Anita, aksi yang melibatkan 3.606 relawan ini telah berhasil mengumpulkan sampah mencapai 7 ton.

Anita menambahkan, keterlibatan Pacitan dalam “World Clean Up Day 2018” ini lahir dari keprihatinan akan kondisi persampahan di Pacitan.

“Dimana masih banyak ditemukan tempat pembuangan sampah ilegal, serta banyaknya sampah bercecer di setiap acara juga di berbagai ruang publik. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Pacitan yang abai terhadap kebersihan bersama dan persoalan sampah,”jelasnya.

Dipusatkan di Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo, sebanyak 634 relawan hadir bersama-sama membersihkan sampah plastik yang berserakan di darat sampai sampah dalam selokan, di Sungai Grindulu, tepatnya di dekat Pasar Grindulu, Desa Tegalombo Kecamatan Tegalombo.

Kegiatan yang digelar berkat kerjasama dengan Pemerintah Desa Tegalombo tersebut digelar hingga Sabtu (15/9/2018) sore.

World Cleanup Day merupakan sebuah momentum yang baik agar seluruh elemen masyarakat di Pacitan dapat bersatu mengkampanyekan isu persampahan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih menyadari betapa merugikannya membuang sampah sembarangan sekaligus menanamkan kepekaan terhadap pentingnya mengelola sampah dari sumbernya,”jelasnya lagi.

Dia berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi sebuah kebiasaan dan rutin oleh masyarakat daerah setempat, sehingga secara perlahan Indonesia bisa mengurangi produksi sampah dan mengurai produksi sampah.

“Kami ingin menjadikan World Cleanup Day di Pacitan ini diingat oleh masyarakat dan mendorong orang-orang untuk selalu terlibat,”tandasnya.

Lebih lanjut, Anita menyebut sebanyak 14 komunitas di Pacitan turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan WCD yang digelar pada Sabtu (15/9/2018) tersebut. Komunitas tersebut, rinciannya adalah “MiRa Widoro” dengan lokasi di Pantai Nampu dan jumlah relawan 31 orang.

“Kemudian SMP 2 Donorojo dengan lokasi di sekitar sekolah dan jumlah relawan 370 orang, komunitas SMAN 2 Pacitan dan SMPN 4 Pacitan lokasi di Pasar Arjowinangun dan relawan 60 orang, komunitas  SMPN 2 Tegalombo lokasi di sekitar sekolah dan jumlah relawan 349 orang,”kata dia.

Selanjutnya adalah komunitas Pemdes Donorojo dengan lokasi di kawasan Pemancingan Sumberjo dan Pasar Donorojo dengan jumlah relawan 250 orang.

“Kemudian komunitas PAUD Plus Az-Zalfa, lokasi di sekitaran PAUD Plus Az-Zalfa dan jumlah relawan 117 orang, komunitas Desa Dadapan jumlah relawan 250 orang, komunitas PJB UBJOM Pacitan dan Konservasi Penyu Taman di Pantai Taman, Ngadirojo dengan relawan 150 orang,”ujarnya.

Selanjutnya komunita Pemerintah Desa Tegalombo dengan lokasi menyisir sungai bawah masjid – Pasar Tegalombo dan relawan 634 orang, komunitas Pemdes Bandar, lokasi di Pasar Bandar dan jumlah relawan 214 orang.

“Kemudian komunitas SMK 1 Donorojo, lokasi di sekitar sekolah dengan jumlah relawan 775 orang, komunias SDN Baleharjo 1 247 orang dan SD Alam Pacitan 159 orang, komunitas SD Pucangsewu 60 orang,”kata dia.

Secara khusus, Anita mengajak dalam momentum WCD seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membuka mata terhadap persoalan sampah.

“Mari kita jadikan WCD ini momentum bersama untuk membangun peradaban Indonesia yang lebih maju. Mungkin merubah kebiasaan itu sesuatu yang berat. Dan menjadi berat karena tidak terbiasa. Tapi kita harus optimis karena kini kita ada di era yang memanggil kita menjadi agen perubahan,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pacitanku.com (@pacitanku) on