Dua Atlet Pacitan Masuk Timnas Bola Voli Asian Games 2018, ini Posisinya

oleh
Veleg Dhany Ristan Krisnawan. (Foto: Samator)

Pacitanku.com, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mengumumkan daftar pemain yang akan mengikuti Pelatnas menuju Asian Games 2018.

Di posisi pelatih, BTN menunjuk Samsul Jais menangani pelatnas tim putra dibantu Andri Widiyatmo, Joni Sugiyatno dan Alim Suseno. Untuk pelatih tim putri, yakni M. Ansori, dibantu Walfidrus Wahyu Telagasari, Labib dan Niko Dwi Purwanto.

”Target kami untuk tim putra masuk empat besar sedangkan tim putri delapan besar Asian Games 2018,” kata anggota Badan Tim Nasional (BTN), Gugi Gustaman, di sela babak final four putaran kedua di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (8/4/2018) lalu.

Kini 14 nama sudah dipastikan akan membela Indonesia di Asian Games 2018. Dari nama-nama yang telah dirilis, hadirnya beberapa pemain muda seperti Yuda Mardiansyah, M Malizi, Galih Bayu, Nizar Julfikar yang akan memulai debutnya di timnas senior ini diharapkan mampu menjadi energi baru yang membuat timnas menjadi lebih kuat dan solid.

Baca juga: Mantap, Dua Putra Pacitan Masuk di Pelatnas Bola Voli Asian Games 2018

Selain itu, dua nama yang muncul adalah atlet asal Pacitan. Dia adalah Veleg Dhany Ristan Krisnawan (BNI/Jakarta BNI Taplus) yang akan diposisikan sebagai Libero bersama Delly Dwi Putra Heryanto. Selain Veleg, satu atlet putri asal Pacitan adalah Novia Andriyanti (Pertamina/Jakarta Pertamina Energi) yang berposisi sebagai opposite spiker bersama Nandita Ayu Salsabila.

Timnas voli Indonesia dibebankan target yang tak main-main. Tim putri diharapkan mampu lolos babak 8 besar, sementara tim putra ditargetnya minimal dapat menembus 4 besar dan mempersembahkan medali.

Target tersebut jelas terasa berat, terutama ketika menilik negara pesaing lainnya, seperti Iran, Jepang, Korea hingga Thailand yang selama ini secara rutin mengikuti berbagai kejuaraan kelas dunia di berbagai kelompok umur, dimana secara teknis dan mental tentu sudah jauh lebih tertempa dan matang. Negara yang menjadi favorit juara tersebut pasti juga mengusung target serupa untuk mempersembahkan medali.

Meski minim pengalaman bermain di level internasional bukan berarti peluang Indonesia untuk menembus dominasi para raksasa voli Asia tersebut mustahil dilakukan.