Ratusan Penari Semarakkan Peringatan 55 Tahun Kethek Ogleng

oleh -806 views
Para penari Kethek Ogleng saat tampil dalam peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng. (Dok. Sanggar Condro Wanoro)

Pacitanku.com, NAWANGAN – Ratusan penari Kethek Ogleng menggelar pertunjukan kolosal dalam rangkaian peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng. Ini merupakan kali pertama tarian asli dari Desa Tokawi dipertunjukkan secara kolosal. 

Ratusan penari yang merupakan para pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Nawangan tersebut menunjukkan atraksi yang memukai para pengunjung di Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman, Bukit Gandrung, Desa Pakisbaru, kecamatan Nawangan.

Ditengah cuaca yang sejuk, para kethek ogleng nampak lincah dan terlihat lucu saat memainkan atraksi, dari yang jalan, atraksi koprol hingga membentu koreografi. Sementara pemeran Roro Tompe juga tak kalah menarik dan menawan saat menampilkan atraksinya.

Bupati Pacitan Indartato mengatakan, tari Kethek Ogleng sebagai salah satu hasil kearifan budaya lokal diharapkan mendapat tempat khusus. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan setiap tahun.

“Pak Sutiman adalah sosok luar biasa yang saya kenal sejak tahun 1976. Mampu menciptakan karya seni yang menjadi bagian dari budaya kita,” harap  Bupati ketika menghadiri peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng dan lima tahun sanggar Condro Wanoro di halaman Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman di Desa Pakisbaru, Nawangan, Minggu (19/11/2017) siang.

Karenanya, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya tradisional, bupati berharap pementasan tari yang satu ini menjadi agenda tetap setiap tahun.

Dia berharap, tentunya dengan lebih meriah bertepatan dengan hari ulang tahun sanggar. Tidak hanya melibatkan warga lokal. Namun juga wilayah-wilayah sekitar Kabupaten Pacitan.

“Tari Kethek Ogleng merupakan seni budaya asli Pacitan, masyarakat Pacitan harus punya rasa memimiliki, harus kita jaga dan lestarikan,” tandasnya. (Humas Pemkab/RAPP002)