Ronthek Pacitan Bersiap Menuju Event Pariwisata Nasional

oleh -1.024 views
Forum Diskusi Ronthek Pacitan, Sabtu (23/9/2017). (Foto: Dok. AP3)
Forum Diskusi Ronthek Pacitan, Sabtu (23/9/2017). (Foto: Dok. AP3)

Pacitanku.com, PACITAN – Seni budaya Ronda Tethek (Ronthek) Pacitan bersiap menuju event pariwisata berskala nasional. Rencana dan kesiapan tersebut dibahas dalam forum diskusi Ronthek Pacitan yang digelar oleh Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3) pada Sabtu (23/9/2017) kemarin di ruang pertemuan Hotel Srikandi, Jalan Ahmad Yani Nomor 67 A Pacitan.

Ketua Panitia forum diskusi, Muhammad Rofiqin mengatakan bahwa diskusi tersebut digelar untuk mendiskusikan seni budaya Ronthek Pacitan menjadi lebih baik. Tak hanya kesenian berskala lokal tapi menuju event pariwisata dan budaya bersakal nasional.

“Banyak masukan yang disampaikan oleh forum sebagai bahan evaluasi dari even Ronthek yang mengerucutkan pada beberapa hal, yakni keaslian dari Ronthek Pacitan,”ujarnya, dikutip laman Apetigapacitan.org.

Selain itu, Rofiqin mengatakan bahwa dalam diskusi tersebut, Ronthek Pacitan juga terbahas dari sisi penyelenggaraan, partisipasi masyarakat dan juga konteks pariwisata yang membahas tentang nilai jual dan daya tarik Festival Ronthek tersebut.

Selanjutnya, para peserta diskusi yang terdiri dari 25 orang dari berbagai latar belakang memberikan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

Turut hadir dalam diskusi tersebut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Endang Surjasri, Wakil Ketua AP3 Muhammad Rofiqin, wartawan senior Purwoto dan sejumlah budayawan dari Pacitan.




Sebagai informasi, Festival Ronthek yang menjadi tradisi baru seni budaya Kabupaten telah menyuguhkan kreasi yang cukup menarik bagi warga Pacitan. Awalnya, agenda tahunan ini adalah sebuah acara sederhana yang berfungsi untuk membangunkan warga melaksanakan sahur untuk ibadah puasa Ramadhan.

Tahun 2011, festival Ronthek Gugah Nagari sampai tercatat di rekor MURI karena diikuti oleh 2.818 orang. Pertama kali, Festival Ronthek digelar Tahun 2011 tepatnya 18-19 Agustus 2011. Saat itu belum berbentuk festival, melainkan adalah lomba, dimana pada  pertama ini dimenangkan oleh Ronthek dari Desa Sedayu Kecamatan Arjosari.  Pada tahun kedua, lomba Ronthek kembali diadakan di Bulan Agustus 2012. Kali ini ganti Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan yang keluar sebagai pemenangnya.

Kemudian, pada tahun 2013 kembali diadakan Lomba Ronthek, kali ini penyelenggaraannya di bulan September 2013, dengan Desa Tanjungsari sebagai pemenangnya.

Tahun 2014 lomba ronthek diselenggarakan pada bulan Juli dengan perubahan ke arah Festival, sehingga juaranya diambil dari beberapa kategori yaitu penyaji terbaik, penata musik terbaik dan pelestari budaya. Hasilnya, lima penyaji terbaik adalah Desa Tanjungsari, Kecamatan Arjosari, Kelurahan Pucangsewu, Desa bangunsari dan Kelurahan Pacitan. Sedangkan tiga penata musik terbaik diraih oleh Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Arjosari dan Kecamatan kebonagung. Untuk kategori pelestari budaya diraih oleh Desa Mentoro.

Tahun 2015, Ronthek Pacitan digelar pada 21-23 Agustus dalam rangka peringatan HUT ke 70 RI, untuk kategori lima penyaji terbaik, ada lima grup Rontek, yakni Desa Arjowinangun, Kelurahan Pucangsewu, Desa Menadi, Kecamatan Pringkuku dan Kecamatan Ngadirojo. Sementara, untuk tiga penata musik terbaik jatuh ke tangan Desa Tanjungsari, Kecamatan Arjosari dan Kelurahan Pacitan. Sementara untuk kategori pelestari budaya jatuh ke tangan tim rontek Kecamatan Tegalombo.

Pada tahun 2016, Festival Ronthek Pacitan digelar pada 21-22 Agustus dengan hasil sebagai penyaji terbaik adalah tim dari kelurahan Pacitan. Kemudian tiga penata musik terbaik non ranking diraih Kelurahan Pacitan, Kecamatan Punung dan Kecamatan Kebonagung.

Dalam event tahun lalu itu, juga diperoleh tiga penata tari terbaik non ranking yang diraih Kelurahan pucangsewu, Kelurahan Sidoharjo dan Kelurahan ploso. Penghargaan lain adalah tiga penata properti/artistik terbaik non ranking yang diperoleh Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Pringkuku dan Kelurahan Baleharjo.

Sementara pada tahun 2017, lima penyaji terbaik non ranking diperoleh tim Ronthek “Songgolangit” Kecamatan Punung, tim Ronthek “Laskar Gempar” Kelurahan Pacitan, tim Ronthek “Jago Suroloyo” Kecamatan Tegalombo, tim Ronthek “Teratai Budoyo” Kecamatan Bandar dan tim Ronthek “Sawunggaling” Desa Menadi.

Selain itu, tiga penata musik terbaik non ranking diperoleh tim Ronthek Kecamatan Ngadirojo, tim Ronthek Kelurahan Sidoharjo dan tim Ronthek Desa Kembang. Sedangkan satu kategori lain yakni pelestari budaya diperoleh tim Ronthek Kelurahan Sidoharjo.