PPDB SDIT Ar Rahmah Pacitan Dikeluhkan

oleh -132.700 views
SDIT Ar Rahmah Pacitan. (Foto: Blog SDIT Ar Rahmah)
SDIT Ar Rahmah Pacitan. (Foto: Blog SDIT Ar Rahmah)

Pacitanku.com, PACITAN – Calon wali murid mengeluhkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah, Desa Sirnoboyo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Penyebabnya,lantaran pihak sekolah telat menginformasikan pengumuman calon siswa yang masuk kategori cadangan.

Sementara, jadwal resmi PPDB sudah lewat pada hari Selasa (4/7/2017) lalu. Alhasil, calon wali murid pun bingung hendak mendaftarkan anaknya kemana.”Kami keccewa karena terlambat diberitahu. Mau mendaftarkan kemana tentu bingung, lha wong PPDB sudah ditutup,”ungkap Heri Winarno, salah satu seorang calon wali murid, sebagaimana dikutip dari Jawa Pos Radar Madiun, Selasa (11/7/2017).

Heri mengaku, sebelum PPDB resmi SD dimulai Sabtu (1/7/2017) lalu, dia sudah menyerahkan bekras pendafaran anaknya ke pihak SDIT. Usut punya usut, nama anaknya hanya mask ke kategori cadangan, diluar pagu reguler di sekolah tersebut.




Heri baru diberitahu anaknya masuk kategori cadangan pada Selasa lalu. Padahal hari itu bertepatan dengan berakhirnya pendaftaran SD. Heri pun kebingungan dan mendatang seklah untuk meminta kejelasan terkait nasib anaknya.

“Katanya masih belum dipastikan bisa masuk karena cadangan,”ujarnya. “Oleh pihak sekolah disarankan mendaftar ke SD yang belum memenuhi pagu, dan yang memperpanjang pendaftaran. Masalahnya ada tidak?” imbuh Heri.

Selain dia, Heri menyebut juga ada beberapa calon wali murid lain yang juga dibikin was-was oleh SDIT. Beruntung, dia belum sekalipun memberi SDIT uang, dia mengaku tidak beran melakukan itu, Kendati informasi yang beredar, ada beberapa calon wali murid yang sudah mengeluarkan uang. Tetapi, uang mereka lantas dikembalikan pihak sekolah.

Humas SDIT ar Rahmah, Sugeng Riono, menuturkan pihak sekolah sama sekali tidak membuka pendaftaran diluar tanggal resmi PPDB yang ditetapkan pemerintah.”Jika pun ada calon wali murid yang sebelum PPDB sudah menyerahkan berkas, itu hanya sebatas titip. Kami menerima, tetapi tidak menjamin anaknya masuk,”terangnya.

Sugeng juga menyangkal SDIT sudah memungut uang pendaftaram terleih dahulu sebelum tanggal PPDB resmi. Calon wali murid baru akan dipungut uang pendaftaran ketika sudah ada pengumuman hasil PPDB.

Menurut Sugeng, pagu disekolahnya sebanyak 112 siswa. Angka pendaftar terakhir mencapai seratusan calon siswa. Selebihnya, masuk kategori cadangan.”Kami tidak menerima uang pendaftaran. Juga tidak memberikan seragam erlebih dahulu, sebelum PPDB dimulai. Informasi yang beredar di kalangan calon wali murid itu tidak benar,”jelasnya. (naz/rif/JPRM)