Lagi, Sapi Milik Warga Pringkuku Mati Secara Mendadak

oleh -101.696 views

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Virus antraks diduga merebak di Desa Sobo, Kecamatan Pringkuku. Itu seiring adanya temuan sapi yang mati mendadak di Dusun Tinatah, Senin (3/4) lalu. Sapi ternak milik Sukatmi, warga setempat, kedapatan mati mendadak dalam hitungan jam. Sudah dua ekor sapi milik Sukatmi yang mendadak mati dalam setahun terakhir.

Penuturan masyarakat setempat malah jauh lebih banyak. Total sudah ada sebelas sapi ternak milik sejumlah warga Sobo yang mati tidak wajar sejak setahun belakangan. ‘’Saya sudah dua sapi ternak yang mati. Semuanya mendadak, di lokasi kandang yang sama,’’ ujar Sukatmi, kemarin.

Sukatmi menceritakan, Senin pagi, kondisi satu ekor sapi ternaknya masih sehat-sehat saja. Ketika diberi pakan rumput, sapi ternak Sukatmi makan dengan lahap. Keanehan baru terjadi siang harinya, sekitar pukul 13.00.

Tiba-tiba sapi ternak Sukatmi tergolek lemas dengan napas tersengal. Sukatmi menggambarkannya seperti sedang sakaratul maut. ‘’Tidak lama kemudian langsung mati. Antara tidak tega, dan juga sedih. Sebab, tabungan satu-satunya kami berupa ternak sapi, ya tinggal itu,’’ ujarnya.

Tahun lalu, seekor sapi ternak Sukatmi juga sudah mati. Kedua sapi tersebut dipelihara di kandang yang sama. Kedua sapi Sukatmi juga mati dengan cara yang sama, yakni secara mendadak. Kerugian yang dialaminya lebih dari Rp 30 juta.

Padahal, uang puluhan juta dalam bentuk ternak sapi itu merupakan sisa tabungan keluarganya. Kini ternak yang dimiliki Sukatmi tinggal tiga ekor kambing. ‘’Setelah kematian sapi ternak yang pertama tahun lalu, sudah diberi sejumlah vaksin untuk disemprot di kandang. Tetapi tetap saja mati lagi,’’ terangnya.




Kendati warga Sobo mayoritas bekerja sebagai petani, namun mereka kebanyakan selalu punya hewan ternak. Suyatno salah satunya. Dia mengaku cemas dengan isu merebaknya antraks di Sobo. Sepengetahuannya, sudah ada sebelas sapi ternak yang mati mendadak sejak setahun terakhir.

Sebelas sapi itu, di antaranya, milik Sukatmi, Kusen, Nur, Untung, Pardi, dan Sunar. Senin lalu usai sapi ternak Sukatmi tiba-tiba mati mendadak, Suyatno langsung menjual sapi ternaknya. ‘’Takut tertular, makanya saya jual. Kalau sampai tertular dan mati, saya rugi,’’ jelasnya.

Camat Pringkuku, Dodik Soemarsono, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah sapi ternak Sukatmi yang mati mendadak Senin lalu akibat antraks. Pun, kecamatan juga belum mendapat laporan adanya temuan antraks di Sobo. Meski demikian, Dodik tidak menampik jika Pringkuku termasuk wilayah suspect antraks.

Desa yang positif antraks sebenarnya bukan Sobo, melainkan Desa Pringkuku dan Ngadirejan. Awal tahun 2016 lalu, di dua desa tersebut, juga ada temuan sapi ternak mati mendadak seperti di Sobo. Saat itu, tim yang membidangi peternakan dari Dinas Pertanian (Disperta) sudah meninjau ke lapangan dan melakukan vaksinasi.

Mereka memastikan kematian sapi ternak di Pringkuku dan Ngadirejan akibat virus antraks, sebaran dari Cemeng, Donorojo. ‘’Tahun lalu tim ahli dari kedokteran hewan juga sudah meninjau Pringkuku dan Ngadirejan. Memang dipastikan antraks disana. Tetapi di Sobo, kami belum mendapat laporan,’’ jelas Dodik.

Sumber: Radar Madiun