BPBD: IOWAVE Penting Latih Kesiapsiagaan Masyarakat Pacitan

oleh -131.075 views
iowave. (Foto: Iowave.org)
iowave. (Foto: Iowave.org)
Iowave. (Foto: Iowave.org)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menggelar simulasi bencana gempa dan tsunami bertajuk “Indian Ocean Wave Exercise 2016” di empat titik pesisir setempat yang melibatkan ribuan warga dan pekerja sekitar.

“Pacitan merupakan salah satu daerah di Tanah Air yang berperan aktif dalam kegiatan IOWAVE, selain juga Kabupaten Padang dan Pangandaran,” kata Kepala BPBD Pacitan Tri Mujiharto di Pacitan, Rabu.

Ia menjelaskan, gladi serentak pada waktu yang sama juga dilakukan di 20 negara di dunia yang berbatasan dengan Samudera Hindia.

Tri berharap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana tsunami terus meningkat seiring penguasaan pemahaman terhadap kemampuan mitigasi.

“Simulasi tadi (kemarin-red) adalah pengembangan bagaimana situasi bencana yang ada di Mentawai itu bisa diakses oleh masyarakat Pacitan. Pelatihan ini penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman tsunami sesungguhnya,” ujarnya di Posko BPBD Pacitan yang beralamat di Jalan Walanda Maramis, Kota Pacitan.

Tri Mujiharto menjelaskan, IOWAVE 2016 di Kabupaten Pacitan tersebar di empat lokasi, yakni MIN Sidoharjo, PT PPIS Jalan Dewi Sartika, SDN Sidomulyo 4 Kecamatan Ngadirojo dan PLTU Sudimoro.

Simulasi yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB itu sempat diwarnai insiden siswa terjatuh saat evakuasi, namun seluruh rangkaian gladi berjalan lancar.

“Simulasi yang sudah terlaksana hari ini, termasuk yang kami lakukan tiga tahun lalu, seluruhnya akan dievaluasi untuk sempurnakan dalam kegiatan IOWAVE 2017,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan simulasi dilakukan layaknya situasi cencana gempa dan tsunami sesungguhnya.

Ribuan warga, siswa, nelayan, hingga pekerja PLTU Sudimoro yang berada di titik-titik pelaksanaan simulasi IOWAVE dievakuasi menuju tempat-tempat aman begitu sirine tanda bahaya tsunami berbunyi.

Petugas gabungan yang telah siap-siaga juga melakukan upaya-upaya mitigasi terhadap warga maupun korban yang saat itu mulai berjatuhan.

Dalam situs resmi BNPB (badan nasional penanggulangan bencana), www.bnpb.go.id, dijelaskan bahwa IOWAVE merupakan latihan rutin dua tahunan tentang peringatan dini dan mitigasi tsunami untuk negara-negara di sepanjang Samudera Hindia.

Gladi respon bencana tsunami dilakukan serentak di berbagai kota dengan pusat kendali informasi di Kantor BMKG Jakarta.

Kegiatan tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Pendidikan, Saintifik dan Budaya PBB (UNESCO) dan sejumlah pemangku kepentingan.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan kegiatan akan menjadi masukan berharga bagi proposal perbaikan “Tsunami Masterplan Indonesia”, yaitu untuk penanggulangan tsunami di kawasan Samudera Hindia.

Dia mengatakan latihan respon diikuti tiga ribu peserta lokal yang turut menyimak IOWAVE16, yaitu khalayak di kawasan Padang, Pangandaran, Pacitan dan Pandeglang.

IOWAVE16, kata dia, bertujuan memvalidasi rantai informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu melatih kesiapsiagaan unsur pemerintah daerah dan masyarakat terhadap tsunami dan gempa bumi.

Menurut dia, semakin banyak yang terlibat dalam kegiatan maka penyampaian informasi akan semakin luas. Artinya, dampak kesadaran siaga terhadap bencana tsunami semakin baik dan masif.

Gladi IOWAVE sendiri sudah dilaksanakan empat kali, termasuk tahun 2016, sejak pertama diselenggarakan pada 2009.

Andi mengatakan peran Indonesia semakin penting sebagai penyedia informasi tsunami bersama Australia dan India karena terletak di Samudera Hindia. (RAPP002/ant)