PAD dari Pantai Klayar Tahun ini Ditargetkan Capai Rp 4 M

oleh -132.573 views
Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack
Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack
Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack
Pantai Klayar, Foto taken by @karenmiranti/Wowshack

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan menargetkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo mencapai Rp 4 milyar.

Hal itu tak lepas dari lonjakan pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan objek wisata yang kian moncer sejak kunjungan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat pada Oktober 2013.

Sejak itu, wisata pantai Klayar yang mematok harga tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa, Rp5 ribu untuk pengunjung usia anak, dan parkir kendaraan hanya Rp5 ribu tersebut terus menggeliat.

PAD dari hasil penjualan tiket wisata, parkir, maupun retribusi warung-warung wisata juga terus bertumbuh sehingga menjadi penyumbang PAD terbesar dari enam destinasi wisata pantai yang telah dikelola Pemkab Pacitan.

Dari total target PAD sektor pariwisata 2016 yang dipatok sebesar Rp9 miliar, Kepala dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan Wasi Prayitno, beberapa waktu lalu menyatakan dari objek wisata Pantai Klayar diproyeksikan mencapai Rp4 miliar.”PAD ini baru sebagian kecil, paling hanya sekitar 10-15 persen dari total potensi nilai ekonomi yang berputar sebagai meningkatnya volume kunjungan wisatawan,” katanya.

Menilik grafik kunjungan wisata yang tercatat di Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, volume wisatawan di Pantai Klayar memang mengalami pertumbuhan fantastis. Dari sebelumnya tercatat sebanyak 45.888 pengunjung selama kurun 2012, jumlah wisatawan terus bertumbuh menjadi 50.209 wisatawan pada 2013, lalu 155.872 wistawan pada 2014 dan terakhir pada 2015 mencapai 352.139 orang.

Jumlah kunjungan di Pantai Klayar itu bahkan sudah melampaui angka kunjungan wisatawan Goa Gong yang lebih dulu unggul (tahun 2012 mencapai 138.193 wisatawan dan 2015 tercatat 246.842 wisatawan), atau sedikit di bawah Pantai Teleng Ria, Pacitan yang dikelola swasta sejak 2009 dengan jumlah kunjungan 242.796 pada 2012 dan sebanyak 427.262 pada akhir 2015.

Menurut Wasi, lonjakan kunjungan serta PAD dari Pantai Klayar tak lepas dari strategi daerah setempat dalam pengembangan sektor kepariwisataan, salah satunya dengan pengembangan infrastruktur di jalur-jalur menuju objek wisata pesisir yang kian terbuka.

Jika tahun lalu dialokasikan anggaran pengembangan infrastruktur pariwisata sebesar Rp14 miliar pada 2015, tahun ini pusat menggelontor melalu dana alokasi umum sebesar Rp20 miliar lebih.

Salah satu prioritas pembangunan yang saat ini digenjot adalah pengembangan dan pelebaran infrastruktur jalan menuju daerah-daerah pesisir, termasuk menuju Pantai Klayar mulai dari pusat kota Kecamatan Punung melalui area wisata Goa Gong hingga Pantai Klayar yang berjarak hampir 10 kilometer.

Jika dulu wisatawan banyak yang mengeluhkan akses menuju kawasan pesisir ini yang sempit dan rusak, tahun ini kondisinya sudah jauh berbeda. Hanya sekitar 15 persen rute menuju Pantai Klayar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan sehingga pengendara yang melintas wajib berhati-hati dengan kecepatan rendah.

Namun jangan pula khawatir, di sepanjang jelan menuju ataupun sekembali dari Pantai Klayar ini, terutama saat peak season atau saat musim libur, ada sejumlah warga yang siap memberi aba-aba bagi kendaraan yang melintas di jalur berkelok dan naik turun itu agar tidak terjadi kecelakaan antarkendaraan pengunjung.

Tapi juga bukan gratis lo, sisihkan barang Rp500 atau Rp1.000 sebagai tanda terima kasih atas jasa mereka yang bersusah payah membantu mengatur lalu lintas di jalur sempit dan berkelok itu agar lalu lintas tertib tanpa kecelakaan. (RAPP002/ant)