Dampak La Nina: 3 Rumah Warga Diterjang Longsor, Bangunan PAUD Terkena Banjir Bandang

oleh -1.067 views
Bangunan rumah milik warga di Desa Kalikuning. (Foto: Bambang El Pacitano)
Bangunan rumah milik warga di Desa Kalikuning. (Foto: Bambang El Pacitano)
Bangunan rumah milik Kartono, warga di Desa Kalikuning diterjang Longsor. (Foto: Bambang El Pacitano/RAPI Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pacitan dan sekitarnya pada Sabtu (13/8/2016) kemarin tak hanya menyebabkan meluapnya sungai yang menjadi faktor penyebab banjir di sejumlah titik di Pacitan. Bencanah tanah longsor pun terjadi di beberapa titik di Pacitan akibat hujan deras akibat dampak La Nina tersebut.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, Ahad (14/8/2016), beberapa titik di Pacitan yang terkena dampak tanah longsor adalah di Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan. Di desa ini, tiga rumah warga terkena bongkahan material longsor dari lereng tebing, diantaranya rumah Imam di RT/RW 3/17, Dusun Ngambar, Desa Kalikuning, rumah Bibit, warga RT 2/XIX, Dusun Ngambar dan rumah Kartono RT/RW 3/18, Dusun Ngambar Kalikuning.

Di ketiga rumah tersebut, material longsor yang berisi tanah menerjang bagian tembok rumah. Bahkan dirumah Kartono, material longsor menjebol tembok rumah sehingga merusak atap rumah memasuki interior rumah miliknya. 

Masih di desa Kalikuning, informasi yang dihimpun juga menyebabkan terjadi beberapa titik longsor, masing-masing di Dusun Krajan 6 titik, di Dusun Ngambar ada 8 titik, di Dusun Bedog ada 3 titik, di Dusun Kepek ada 7 titik. Semua titik tersebut adalah rumah longsor. Data yang masuk, tidak ada korban jiwa akibat longsor.

Masih di wilayah Tulakan, akibat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, sebuah bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Watulumbung, Desa Padi, Kecamatan Tulakan diterjang banjir bandang sehingga digenangi air dengan kedalaman 180 cm.

Selanjutnya, di wilayah kecamatan Ngadirojo, hujan terus menerus menyebabkan jembatan Cerbon yang belum lama ini dibangun tergerus air dan menyebabkan amblas di lokasi jembatan. Selain itu, curah hujan tinggi menyebabkan tanah longsor menerjang dan sempat mentupi jalan di perbatasan jalan Nggayuhan-Karangrejo, di Kecamatan Arjosari. Beruntung, pihak dinas terkait tak lama kemudian segera melakukan evakuasi material longsor agar jalan penghubung desa tersebut bisa digunakan kembali.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan telah memprediksi bahwa cuaca tak lazim ini masih akan berlangsung hingga bulan oktober mendatang. Kondisi ini disebabkan dari dampak badai La Nina yang terjadi di pantai selatan Jawa. Sehingga, beberapa daerah termasuk Pacitan mengalami kemarau basah.‘’Hujan diprediksi terus turun hingga bulan Oktober nanti,’’ ungkap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Ratna Budiono, beberapa waktu lalu.

Ratna mengatakan, sesuai prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah selatan Jawa akan mengalami hujan terus-menerus.

Dampak badai La Nina di wilayah Pacitan sangat terasa. Penyebabnya, suhu panas di Samudera Hindia yang notabene berada di sebelah selatan Pacitan mempengaruhi pembentukan awan di wilayah Pacitan. ‘’Kumpulan awan akan cepat berubah menjadi air hujan. Tetapi, curah hujan tidak bisa merata,’’ katanya. (RAPP002)