Fenomena Para Penabuh Gamelan Goa Tabuhan

Pacitanku.com, DONOROJO – Goa Tabuhan adalah salah satu dari sekian banyak goa dan luweng di Kabupaten Pacitan, yang memiliki nilai historis yang sangat besar. Goa Tabuhan adalah fenomena alam yang menyajikan mahakarya cipta Illahi yang indah. Goa yang berada di Dusun Tabuhan, Desa Wareng kecamatan Punung ini yang menjadikan daya tarik salah satunya adalah batu yang berirama.

Batuan stalaktit dan stalakmit yang jika dipukul mengeluarkan suara nyaring dan merdu, sehingga keberadaan para penabuh gamelan Goa Tabuhan tersebut adalah sebuah fenomena unik dari Goa ini.

Tembang jawa dinyanyikan oleh tiga orang penyanyi wanita yang disebut sinden, diiringi dengan empat pria sebagai pemukul kendang, stalaktit, dan stalakmit. Memang tidak semua batuan bisa mengeluarkan suara merdu, hanya beberapa saja yang bisa digunakan.

Tetembangan dinyanyikan dengan merdu, dengan sesekali ditimpali suara berat waranggana atau penabuh kendang. Meski hanya bernyanyi selama kira-kira 20 menit, namun tembang-tembang ini mampu menyihir penonton hingga tak beranjak dari tempatnya.


Untuk menyaksikan musik unik ini, sebenarnya Anda harus membayar pemain musik tersebut, namun jika kondisi sedang ramai, mereka akan bermain sendiri dan berharap penonton mau memberi uang sukarela.

 “Mereka itu mata pencaharian utamanya adalah para petani yang nyambi menghibur para wisatawan yang dayang kemari, ada beberapa tarif, yakni lima lagu dengan harga Rp 50 ribu, namun tujuan kami yang paling penting adalah bisa melestarikan budaya dan alam di Goa Tabuhan,” kata Suranto, generasi keempat penemu Goa Tabuhan yang merupakan ketua kelompok penabuh Goa Tabuhan, beberapa waktu lalu.

Dengan membayar tarif yang terbilang murah tersebut, para wisatawan sudah bisa menikmati berbagai genre lagu, mulai dari dangdut, campursari, pop, dangdut, dan juga tidak ketinggalan tetembangan khas Goa Tabuhan, yakni gending pangkur, uyonuyon, ojo lamis, sinom dan sarung jagung.

Adapun, suguhan musik di Gua Tabunan biasanya dimainkan oleh tujuh personil. Ketujuh waranggana itu acap menyanyikan tembang Jawa dengan alunan musik gamelan Jawa. Tidak dengan gendang atau alat musik lainnya, tapi dengan memukul dan memainkan stalaktit dan stalagmit.

Para waranggana begitu piawai memainkan stalaktit dan stalagmit yang seolah sedang menabuh gamelan. Akar batu stalakmit dan stalaktit bila dipukul-pukul bisa menimbulkan bunyi atau nada yang begitu indah dan berirama mirip suara gamelan Jawa, yakni suara Bonang, Kempul dan Kendang. Keberadaan mereka adalah fenomena tersendiri untuk memperkaya khazanah wisata Goa Tabuhan. (RAPP002)

Keterangan Foto: Para penabuh gamelan batu di Goa Tabuhan. (Foto: Arif Sasono)

Goa Tabuhan Pacitan Kendang Penabuh Goa Tabuhan Sinden Goa Tabuhan Stalaktit dan Stalagmit Goa Tabuhan Suranto Tabuhan

Posting Terkait