Waspadai Penipuan Jamaah Haji

oleh -Dibaca 905 kali
jemaah-haji
jemaah-haji
Ilustrasi pemberangkatan Ibadah haji
Ilustrasi pemberangkatan Ibadah haji

Pacitanku.com, JAKARTA – Kepala Satuan Operasional (Satop) Arafah Musdalifah dan Mina (Armina), Abu Haris Mutohar mengatakan salah satu kasus jamaah yang banyak dilaporkan ke petugas adalah penipuan, di samping tersesat, kehilangan, pencurian, kecelakaan, dan kebakaran.

“Modusnya mereka pura-pura akrab kepada jamaah,” kata Abu yang sudah beberapa tahun melatih calon petugas haji agar siap melayani, membimbing, dan melindungi jamaah.

Ia menceritakan biasanya penipu mengakrabkan diri dengan jamaah dari daerah yang sama, sehingga mendapat kepercayaan dari jamaah. “Mereka kemudian bilang bahwa di mesjid banyak copet, sehingga barang harus dititipi di loker,” katanya di sela-sela gladi posko petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi Tahun 1436H/2015, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Kemudian, karena sudah percaya jamaah menitipkan barangnya ke loker bersama barang si penipu. Di tengah ibadah, sang penipu mengatakan bahwa ia ingin ke belakang dulu dan meminjam kunci loker. “Jamaah yang sudah percaya memberikan kunci lokernya. Akhirnya barang dibawa kabur,” ujarnya bercerita.

Kasus kehilangan barang lainnya, kata Abu, yang sering terjadi adalah jamaah lalai meninggalkan barang mereka saat di bandara, atau berwudhu. Kemudian ada juga kasus perampasan, meski tidak banyak jumlahnya.

Namun kasus terbanyak yang dilaporkan petugas adalah jamaah tersesat. “Tahun lalu jumlah jamaah yang tersesat mencapai 3.000 – 4.000 orang,” kata Abu.

Selain itu, juga ada kasus kecelakaan lalu lintas. Meski jumlahnya sedikit, tidak lebih dari 10 kasus, namun tetap perlu diwaspadai jamaah karena sistem lalu lintas di Arab Saudi berbeda, dengan stir kirinya. “Kalau di Indonesia mau menyeberang jalan, tengok kanan tengok kiri, di Arab Saudi sebaliknya,” kata Abu.

Hal lain yang ia meminta jamaah perhatikan adalah tidak menggunakan “heater” untuk memasak, karena bila lupa mematikan bisa menimbulkan kebakaran. Pemerintah Indonesia, bisa kena denda karena kebakaran itu, katanya. “Ada kasus jamaah lupa mematikan pemanas untuk memasak air, sehingga meledak,” katanya.

Abu berharap para jamaah yang akan menunaikan haji tetap waspada dan memahami banyak hal baru selama di tanah suci agar terhindar dari kasus-kasus tersebut dan dapat beribadah dengan lancar. “Mohon doa masyarakat Indonesia, agar perhajian tahun ini lebih baik,” ujarnya. (DP/Ant/Gulalives)