Konsep Paket Wisata Dinilai Efektif Kembangkan Pariwisata di Pacitan

oleh -101.420 views
Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)
Tempat Wisata Pacitan, Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)
Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)
Muara Sungai Maron yang dimanfaatkan untuk Lomba Dayung Ngiroboyo. (Foto : Doc. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Tak bisa dipungkiri, sektor pariwisata masih menjadi salah satu andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan untuk menjadikan pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan. Namun demikian, pengelolaan obyek wisata dan konsep pariwisata harus dibuat mekanisme marketing yang efektif dan efisian. Salah satunya adalah bentuk paket wisata.

Hal itu disampaikan oleh arsitek kenaamaan asal Pacitan, Andung Damar Sasongko, belum lama ini kepada Portal Pacitanku. Menurut Andung, sistem paket wisata akan memudahkan pengunjung untuk lebih tenang menikmati berbagai obyek wisata di Pacitan.

“Ide tentang konsep wisata ini mencontoh beberapa daerah yang sudah maju di Indonesia, misalnya Jogja, Bandung dan lan sebagainya. Dan menurut saya dari segi potensi wisata, Pacitan tak kalah dengan daerah tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang juga menantu mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. H Achmad ini menyampaikan bahwa model paket wisata ini adalah semuanya terintegrasikan dalam satu paket dengan satu media.

“Jadi dalam satu obyek wisata, kita buat satu kartu, dan pengunjung sudah bisa menikmati semua wahana, sehingga tak perlu lagi harus bayar tiket masuk, kemudian sewa perahu untuk wahana susur sungai, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurut pria yang juga arsitek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini, setidaknya dengan pola paket wisata, akan menambah efisiensi dan kenyamanan pengunjung.

“Selain itu, untuk kendala transportasi menuju obyek wisata di Pacitan juga bisa diatasi dengan sistem paket wisata juga, misalnya dalam satu wilayah ada beberapa obyek wisata, kita menyediakan transportasi ke semua obyek wisata tersebut, dan pengjunjung tinggal duduk nyaman sembari menikmati panorama alam Pacitan,” ujar alumni Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Untuk itu, Andung mengusulkan ada kendaraan khusus pariwisata di Pacitan. “Ya semisal di Bandung ada bus khusus pariwisata, dan sejenisnya,” pungkasnya. (RAPP002)