Berkat Sambatan, Pacitan Raih Gelar Jawara Lomba Gotong Royong Tingkat Jatim

oleh -Dibaca 1.824 kali
Warga Gotong Royong Sambatan di rumah tetangga yang hajatan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Warga Gotong Royong Sambatan di rumah tetangga yang hajatan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Warga Gotong Royong Sambatan di rumah tetangga yang hajatan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Warga Gotong Royong Sambatan di rumah tetangga yang hajatan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Tradisi sambatan adalah tradisi gotong royong yang selama ini dilakukan warga Pacitan saat mengerjakan secara bersama – sama agenda saudara atau tetangga sekitar. Dan ternyata berkat tradisi sambatan yang berlangsung turun temurun sejak zaman dahulu ini, Pacitan mendapatkan gelar juara I lomba gotong royong masyarakat tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dikarenakan tradisi yang berlangsung setiap waktu ini, Pemprov Jatim pun tak ragu untuk menganugerahkan gelar jawara gotong royong kepada Pacitan yang diwakili oleh Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat pencanangan bulan bhakti gotong royong dan hari kesatuan gerak PKK di kabupaten ngawi, selasa (13/5)  kepada Bupati Pacitan Indartato.

“Ini merupakan kemenangan bagi seluruh masyarakat yang tetap menjunjung tinggi tradisi, gotong royong merupakan kearifan lokal yang sudah merasuk dalam setiap kehidupan bermasyarakat,” kata Indartato seperti dilansir dari laman resmi SKPD Pacitan.

Diraihnya predikat terbaik gotong royong masyarakat tingkat provinsi ini semakin menambah perbendaharaan prestasi bagi Kabupaten Pacitan.  “Gotong royong bagi masyarakat Pacitan itu nyata. Dengan cara itu mereka dapat saling membantu dan rukun,” tandas pria nomro satu di Pacitan ini.

Sebelumnya, Pacitan juga meraih beebrapa penghargaan, diantaranya Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha, Satya Lencana Karya Bakti Prada Nugraha, Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik 10 Besar Nasional Terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2012, dan Kartini Award yang diterima oleh Luki Indartato.