Gunung Limo dan Pandean Pacitan (3)

oleh -13879 views
Gunung Limo dari tanjakan Sedeng
Gunung Limo dari tanjakan Sedeng

Gunung Limo dari tanjakan Sedeng
Gunung Limo dari tanjakan Sedeng

Pacitanu.com, KEBONAGUNG— Sultan Agung dalam kisah pandean Pacitan memiliki kaitan sangat erat, karena pada waktu itu menjadikan Pacitan sebagai lumbung senjata. Seperti diketahui dalam buku sejarah, Sultan Agung Hanyokrokusumo yang memerintah Tahun 1613 sampai 1646 adalah raja terbesar dari Mataram, menggantikan ayahandanya, Panembahan Seda ing Krapyak setelah ayahnya wafat pada tahun 1613.

Dalam kenyataannya dia tidak memakai gelar sultan sampai tahun 1641, karena pada waktu itu beliau mula-mula dia bergelar pangeran atau panembahan, dan kemudian sesudah tahun 1624 dia bergelar susuhunan Namun demikian, disebut Sultan Agung sepanjang masa pemerintahannya dalam kronik-kronik Jawa, dan gelar ini biasanya dapat diterima oleh para sejarawan.

Hubungan pandean dan Sultan Agung ini mulai ketika pada masa pemerintahan Sultan Agung. Pada saat Adheging Bhumi Mataram sebagaimana tertulis dalam Babad Momana, Pacitan sudah dikenal semenjak Mataram dipimpin Sultan Agung.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Pacitan dikenal sebagai wilayah pandean, disinilah pasokan senjata borongan prajurit seperti tumbak, keris, pedang, perisai baja diproduksi. Dengan adanya Besi Sejati” dari masa ke masa telah sesuai dengan perannya mengiring para ksatria dalam menjalankan tugas Negara, yaitu perang melawan penjajah.

Bahkan konon saat peristiwa penyerangan Batavia, Tuban, Surabaya, Madura, Wirasaba, Malang sampai Banyuwangi, Begenen Pacitan memproduksi lebih dari 500 juta suku cadang senjata, terutama keris.

Peran Tosan Aji dan Begenen Pacitan sangat vital pada saat itu, mengiringi kejayaan Sultan Agung di medan tempur dalam usaha mempersatukan Jawa dibawah Panji Mataram.

Beberapa gelar perang beliau yang terkenal antara lain Garudha Nglayang, Supit Urang, Wukir Jaladri, atau gelar Dirada Meta, prajurit yang mendampingi menggunakan senjata tombak yang wajahnya diukir gambar kalacakra dan tak lepas dengan beberapa keris yang terselip di kanan kiri dan bagian belakang pinggangnya.

Ikuti terus penelusuran redaksi Pacitanku Online untuk Pandean Gunung Limo

Sumber : The Heaven Of Indonesia

Foto : sejawat.wordpress.com