Pacitanku.com, PACITAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi (ASB), mengajak insan pers dalam Forum Pewarta Pacitan (FPPA) bersinergi mengawal isu strategis daerah, khususnya pembangunan infrastruktur, melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.
Pesan tersebut mengemuka saat dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Pacitan, Fibi Irawan, menerima langsung audiensi Ketua FPPA, Sutikno, beserta jajaran pegiat media di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi kelembagaan antara pimpinan legislatif dan jurnalis daerah.
Kehadiran Sutikno bersama rombongan FPPA disambut positif oleh ASB dan Fibi Irawan sebagai langkah awal merawat kemitraan strategis di tengah pesatnya arus transformasi digital.
Dalam arahannya, Arif menilai dinamika teknologi saat ini menuntut penyajian informasi publik yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga ketepatan dan akurasi data.
“Terima kasih karena rekan-rekan pegiat media bisa hadir bertatap muka secara langsung. Kita tahu perkembangan teknologi saat ini membuat arus informasi bergerak sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan petir,”kata legislator Partai Demokrat ini.
Menghadapi cepatnya laju informasi tersebut, Arif menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen daerah. Menurutnya, kesepahaman antara pemangku kebijakan dan insan pers sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan Kabupaten Pacitan ke arah yang lebih baik.
“Kita hidup di negara ini sebagai bagian dari Indonesia, dan secara mikro merupakan bagian dari Kabupaten Pacitan. Tentu sebagai warga daerah, kita harus terus membangun kebersamaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arif berpesan agar para jurnalis senantiasa menjaga profesionalisme serta mengedepankan kematangan analisis sebelum mempublikasikan karya jurnalistik ke ruang publik. Sikap objektif dinilai krusial agar masyarakat memperoleh referensi informasi yang jernih dan edukatif.
“Dalam memposisikan diri di tatanan bernegara, kita harus objektif seperti filosofi orang Jawa. Ketika hendak menulis untuk ranah publik, sebuah persoalan harus dilihat dan dianalisis secara matang sehingga masyarakat dapat menelaahnya dengan baik,” jelas Ketua DPRD Pacitan tersebut.
Menutup diskusi bersama jajaran pengurus FPPA, Arif menyebut keterbukaan dan keseimbangan informasi sebagai tolok ukur kemajuan daerah di era modern. Ia turut menyoroti sektor infrastruktur sebagai fokus utama legislatif saat ini yang perlu dikawal bersama melalui pemberitaan yang konstruktif.
“Menyuguhkan informasi publik secara berimbang adalah bagian dari ciri-ciri negara modern. Saat ini, isu publik yang menjadi perhatian utama dari kacamata legislatif adalah persoalan infrastruktur,” pungkasnya.
Silaturahmi antara jajaran pengurus FPPA di bawah kepemimpinan Sutikno bersama pimpinan DPRD Kabupaten Pacitan ini diharapkan terus berlanjut secara berkala guna menciptakan iklim keterbukaan informasi yang sehat, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.












