Harta Karun Bawah Tanah Pacitan: Luweng Banyu Alirkan Air 93 Liter Per Detik Saat Kemarau

oleh -798 Dilihat
Tim gabungan PSS Pacitan dan Dinas PUPR mengukur debit air di kedalaman Luweng Banyu Pringkuku Pacitan
POTENSI AIR BAWAH TANAH: Tim gabungan PSS Pacitan dan Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Pacitan menelusuri aliran air dengan debit 93 liter per detik di dasar Luweng Banyu, Poko, Kecamatan Pringkuku, Selasa (13/10/2026). (Foto: Dok. PSS Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Luweng Banyu di wilayah Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, menyimpan potensi sumber air bersih dengan debit mencapai 93 liter per detik meski berada di puncak musim kemarau.

Temuan ini tercatat dalam survei bersama Pacitan Speleologi Society (PSS) serta Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan pada Selasa (13/10/2026).

Pengukuran dilakukan dengan menelusuri langsung bagian dalam lorong Luweng Banyu hingga kedalaman 21 meter.

Anggota PSS Pacitan, Aziz Pratoko, menjelaskan bahwa observasi ini bertujuan mengidentifikasi potensi cadangan air di dalam gua guna mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Di puncak kemarau yang panjang, debit air sebanyak 93 liter per detik merupakan hal yang luar biasa dan termasuk aliran besar,” ungkap Aziz mewakili tim survei, Kamis (16/10/202) di Pacitan.

Ketersediaan aliran air yang tetap deras di tengah kemarau ini membuka peluang pemanfaatan sumber air bawah tanah sebagai solusi alternatif mengatasi kekeringan di Pacitan.

Dalam ekspedisi tersebut, perwakilan Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Wirawan, turut meninjau langsung hingga ke dasar luweng. Keterlibatan tim teknis Dinas PUPR ini menjadi langkah awal untuk mengkaji kelayakan serta optimalisasi pemanfaatan sumber air bagi warga sekitar.

Secara historis, Luweng Banyu memiliki rekam jejak penelusuran yang cukup panjang. Gua ini pertama kali dieksplorasi dan dipetakan oleh tim asal Australia Barat pada 1986, meski hasil pemetaannya tidak dipublikasikan.

Pendataan kawasan eksokarst kemudian dilanjutkan oleh Mapala Dinamik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 2016, disusul penelusuran kembali oleh PSS Pacitan bersama Mapala asal Solo pada awal 2022.

Karakter lorong yang panjang dengan aliran air yang stabil menjadikan kawasan karst ini potensial untuk terus dikaji demi kepentingan masyarakat luas.

Video Menyingkap Misteri Perut Bumi Pacitan Bersama Para Penjelajah Goa | Podcast Kertas Kosong Eps. 51

No More Posts Available.

No more pages to load.