Sejumlah Penggiat Pariwisata Tuntut Klarifikasi Cabdindik Jatim Soal Pernyataan Kontroversinya

oleh -616 Dilihat
SEPI PENGUNJUNG. Salah satu sudut Pantai Pancer Door Pacitan yang sepi pengunjung. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah penggiat pariwisata di kabupaten Pacitan, tuntut cabang dinas pendidikan untuk segera mengklarifikasi pernyataannya tentang meningkatnya perilaku asusila pelajar karena maraknya hotel dan homestay di tempat wisata.

Pernyataan kontroversial yang diucapkan oleh Suhendro, Kepala Seksi SMK Cabdindik Jawa Timur di Pacitan membuat sejumlah obyek wisata di Pacitan sepi.

Menurut Soni, penggiat wisata, pernyataan Suhendro sangat tidak tepat dan tidak seharusnya diucapkan oleh seorang pegawai kantor cabang dinas pendidikan.

Meningkatnya perbuatan asusila pelajar bukanlah serta merta berawal dari faktor pariwisataa.

“Lucu saja, asusila pelajar meningkat kok pariwisata disalahkan.malah menanyakan perijinan hotel dan homestay, lah itu namanya lempar batu sembunyi tangan,”kata Soni, Selasa (21/05/2024).

Sementara itu, Suharyanto penggiat pariwisata menambahkan, pernyataan Cabdin dianggap  merusak reputasi Pariwisata Pacitan yang sampai sekarang tengah berusaha bangkitkan destinasi wisata demi meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Cabdin itu Coba berkaca, jangan malah salahkan pariwisata. Cabdin evaluasi diri, bagaimana perannya dalam dampingi pelajar hingga kasus asusila meningkat.kok  malah cari alasan lain,”paparnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Aliansi Pemuda Pacitan Bersatu (APPB), seperti yang diberitakan oleh beberapa media, mendesak Cabdin Pendidikan bertanggung jawab atas pernyataan yang menyebut tren perilaku asusila pelajar terjadi akibat faktor  perijinan hingga pariwisata.

APPB  mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Cabdin  tidak etis disampaikan dan tidak patut. Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pacitan dituntut segera mengevaluasi kinerjanya, .

Aliansi Pemuda, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa bersama penggiat wisata  Pacitan mendesak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk  melakukan evaluasi kinerja sistem pengawasan sekolah dan pembinaan terhadap pelajar  yang masih kurang masif, bahkan meminta  mencopot jabatan Indiyah selaku Kacabdin Pendidikan Jatim di kabupaten Pacitan yang tak bisa bekerja dan cenderung menyalahkan orang lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.