Pengisian Air Bendungan Tukul Pacitan Mulai Dilakukan Pertengahan September 2020

oleh -13417 views
PROYEK WADUK TUKUL. Suasana Waduk Tukul Karanggede, Arjosari yang ditargetkan selesai bulan Desember 2020. (Foto: Dok Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN –  Pengisian air pada Bendungan Tukul di Desa Karangggede, Kecamatan Arjosari jika memungkinkan mulai dilakukan per Selasa (15/9/2020) usai memperoleh rekomendasi melalui sidang keamanan bendungan di Jakarta.

Estimasi waktu yang dibutuhkan pada pengisian air sebanyak 9 juta kubik tersebut membutuhkan waktu selama 56 hari, meliputi 2 tahap penting pada elevasi 175 dimana debit air berada pada titik 3,5 juta kubik.

Berbagai instrumen pemantau dipasang pada proses itu, jika hasil sesuai dengan rancangan gambar awal maka akan dilanjutkan pada elevasi 192 atau air terisi sepenuhnya yang ditandai penutupan terowongan Waduk Tukul.

Tahapan-tahapan tersebut begitu penting sekaligus penentu kekuatan bendungan, hal itulah alasannya pengisian debit air dilakukan di musim kering, lantaran peningkatan air pada tubuh bendungan perlahan serta mudah dikendalikan.

“Selama proses akan dilanjutkan berbagai pembangunan seperti jembatan. Termasuk pembangunan pipa-pipa dengan pihak PDAM,” ujar Isgianto Kabid Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) dikutip dari laman Pemkab Pacitan, Senin (14/9/2020).

Sedang selama proses tersebut, Isgianto mengaku tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat Karanggede, Karangrejo dan sekitar.

Terlebih, kata dia, lokasinya yang bukan di wilayah permukiman penduduk.

Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pun, tak akan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Adanya makam di wilayah waduk yang justru menjadi konsentrasi dan akan kita amankan,” lanjutnya.

Sementara Bupati Pacitan Indartato mengatakan pihaknya tidak pernah mau tahu besaran anggaran proyek Bendungan Tukul, ia justru tak sabar dengan hasil akhirnya.

 “Saya gak pingin lihat uangnya, tapi saya ingin lihat hasilnya,”kata Indartato.

Bendungan berskala nasional yang dimulai pengerjaannya sejak tahun 2013 tersebut mendekati selesai dan menghabiskan anggaran Rp 900 miliar.