Gubernur Jatim Sebut Ada 96 Ribu Hektare Tambang Emas di Pacitan

oleh

Pacitanku.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan ekspor perhiasan asal wilayahnya mencapai 2,16 miliar dolar Amerika Serikat per September 2018.

“Bahkan, industri perhiasan di Jatim memiliki kontribusi sekitar 50 persen terhadap produksi perhiasan nasional,” kata Soekarwo di sela pembukaan pameran perhiasan di Surabaya, belum lama ini, dikutip dari Antara.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, memperkirakan hingga hingga akhir tahun ini, ekspor perhiasan Jatim dirasa bisa mencapai 3 miliar dolar AS.

Menurut dia, sejak 2012 hingga saat ini, produk perhiasan menjadi primadona utama ekspor non-migas dengan negara potensial tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, China-Hong Kong, Swiss dan lainnya.

Ia menjelaskan, besarnya jumlah ekspor perhiasan tersebut didukung oleh keberadaan 26 unit industri perhiasan skala besar dan menengah, serta 1.854 unit industri perhiasan skala kecil yang lokasinya tersebar di 11 kabupaten/kota.

Daerah-daerah tersebut masing-masing Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang, Lumajang dan Pacitan.

Bahkan, kata dia, terdapat hasil dari pengamatan satelit internasional yang mengemukakan ada 26 ribu hektare tambang emas antara Lumajang dan Malang, 56-58 ribu hektare antara Tulungagung dan Trenggalek dan 96 ribu hektare di Pacitan.

 “Kumpulan emas paling besar se-Asia Tenggara ada di Jatim. Kalau data dari satelit internasional tersebut valid, bisa jadi Jatim terbesar kedua di dunia setelah Afrika Selatan,” katanya.

Pada kesempatan sama, orang nomor satu di Jatim tersebut menyampaikan bahwa industri perhiasan mempunyai peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jatim.

Permintaan terhadap produk perhiasan, khususnya emas, lanjut dia, menunjukkan tren yang semakin meningkat, karena selain berfungsi sebagai karya seni yang mampu memperindah penampilan, uga sebagai sarana investasi menjanjikan. Industri perhiasan di Jatim mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.600 orang. (Ant)