Tanpa Pemuda Budaya tak Berdaya

oleh -461 views

Oleh: Hadianti Deliana Rifqi (Pemenang Duta Batik Pacitan 2016)

Masa depan sebuah bangsa dan negara sangat ditentukan oleh warganya terutama kaum/generasi mudanya termasuk melestarikan budaya itu adalah tanggungjawab dari semua warga negara.

Yang terpenting adalah kiprah pemudanya, bagaimana kepedulian dalam melestarikan dan menggalang, supaya potensi daerah berkembang, juga kemampuan perekonomian berkembang sehingga masyarakat dapat makin sejahtera, dan untuk menggapainya tidak mudah, perlu ada gebrakan keberanian untuk berinovasi dan mengambil tindakan juga resiko terutama peran kaum mudanya.

Dulu batik adalah sebuah keterampilan atau budaya yang hanya dimiliki oleh warga kraton, tetapi seiring berjalannya waktu batik telah menjadi budaya dunia yang lahir di Indonesia yang telah dicanangkan oleh UNESCO.

Oleh sebab itu, kalau bangsa indonesia terutama pemudanya tidak memiliki kepedulian dan masih sama seperti yang dulu bahwa batik masih karya sesepuh, maka akan diambil oleh bangsa lain. Jadi harus ada keberanian gebrakan baru untuk membentuk kelompok-kelompok yang melestarikan budaya membatik.

Bagaimana dengan UKM? Tidak harus menunggu himbauan dari pemberintah. Tapi ada kolaborasi beberapa kompetensi, ada pemuda yang bisa desain bergabung dengan yg pintar memasarkan,  bergabung dengan yang terampil untuk membatik, dapat pula bergabung dengan yang pandai melakukan survey minat pasar/marketing.

Itu akan menjadi suatu kekuatan sebuah kekuatan UMKM, karena biasanya kelemahannya mereka pada UMKM itu dapat memproduksi tapi tidak bisa melakukan tindak lanjut yang optimal dalam bidang pemasaran. Akhirnya produk yang diprosuksi kurang berkembang atau mati, juga tidak ada yang menguasai model-model yang disukai pasar jadi produk menjadi vakum.

Intinya di UMKM itu harus berisi orang-orang yg mau bekerja sesuai kompetensinya, misal memiliki ketrampilan, jiwa enterpreneur/bisnis, desain dll. Jadi produk yang dihasilkan tidak monoton. Kalau tidak bisa bekerjasama dengan bermacam-macam kompetensi/bidang akan berujung pada berkembangnya yang lamban.

Dan dalam pemenuhan kompetensi itu tidak menutup peran generasi muda untuk ikut andil dalam melestarikan dan mengembangkan UMKM dan industri batik daerah dengan variasi kompetensinya yang beragam.

Sehingga dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin batik juga akan lebih berkembang jika didukung dengan sentuhan teknologi informasi.

Hal ini dapat direalisasikan misalnya dengan berkolaborasi dengan kawula muda/karang taruna setempat untuk ikut serta mempromosikan karya batik Pacitan melalui web atau akun domain dan situs-situs belanja online, sehingga akan mudah untuk diakses masyarakat luas yang akan berdampak pada melebarkan jangkauan pemasaran yang secara tidak langsung ikut mensejahterakan pengrajin batik daerah.