Nasihat Ki Lurah Semar Saat Pageblug Ekonomi

oleh -131.163 views

Oleh Ki Setyo Harjodarsono*

Dampak dari paket kebijakan ekonomi yang tidak jelas frame nya, Ngastina kehilangan kepercayaan asing, percuma Lesmono Mondrokumoro koar-koar ke luar ngemis-ngemis investasi tapi kondisi di dalam negara amburadul. Tentu, para pengusaha bukan orang tolol yg mau investasi di negara yang sakit.

Terbukti Ngastina yang tiap 1-2 bulan ganti kebijakan, tiap 1-2 bulan ada kenaikan harga harga. “ Perlu juga lu garisbawahi ya thole…bahwa sekali harga naik, susah sekali turunnya meskipun BBM turun. ya kan ?”

“Bener kok romo?” jawab Petruk paham

“Sekarang impor naik karena pemerintah mencoba memperbaiki harga2 kebutuhan pokok yang melonjak seperti beras, gula, kedelai dkk, karena memang cara paling mudah dan cepat (tapi cara ini buruk efek jangka panjangnya) untuk menurunkan harga suatu barang adalah naikkan supply-nya (hukum supply and demand sederhana). gimana caranya? ya impor…”

“Karena harga di dalam negeri sudah terlampau tinggi dan harga dari luar negeri masih murah. Wong ngono kok mau ngomong swasembada pangan ? MUSTAHIL bos selama harga-harganya gak bisa stabil, bakal selalu ada penimbunan karena orang pengen ambil untung dari harga yang naik turun. … betul tidak?”

“Wah aku malih melek” sahut Bagong “Pancen Romo ki, hebat kok le?”

“Bener kok Reng…”

“ Nah, thole… Apa dampak langsung dari impor bahan-bahan pokok? Rupiah melemah! kenapa ? soalnya belinya pake dolar bos (international currency). Dengan tololnya lagi Lesmono Mondrokumoro bilang rupiah masih aman. Mending lu sekolah lagi dah. Ekspor gimana ? sudah jelas dengan dicekiknya para pengusaha, boro-boro mau ekspor, bisa bertahan aja udah bagus. Romo kasih gambaran dikit, bayangin sekarang pengusaha-pengusaha kakap yang punya hutang diluar negeri atau hutang apapun yg dlm bentuk dolar, anggaplah utang dia 1.000.000 USD, dengan kurs lama pas dolar kisaran 9rb-10rb an berarti utang dia kalo dirupiahkan 9M-10M. Tapi sekarang dengan dolar 14 ribu, utang dia jadi 14 M, itu berarti naik lebih dari 30% !! dengan asumsi dia hanya bermain di pasar lokal, itu langsung harus ditambahkan ke pengeluaran, dan belum terhitung lagi bunganya…”

“Wah mohon maaf Mo, kalo boleh jujur, 1jt USD itu bukan angka yang besar buat utang perusahaan, sangat sangat banyak perusahaan yg punya utang segitu di Ngastina (bisa dibilang ini baru kelas hutang perusahaan menengah, bukan besar) dan sekarang mereka sedang setres dan melakukan perombakan besar-besaran dalam perusahaan, apalagi perusahaan yang punya utang lebih dari itu, bayangkan berapa ribu, berapa ratus ribu orang karyawan yang punya potensi di PHK karena ini? tunggu aja 1-2 tahun, kalo dibiarkan seperti begini, Ngastina akan mengalami 98 kedua….”

“Oleh karena itu thole, melihat kondisi perekonomian Ngastino yang masih terpuruk perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah segera menunjukkan hasil kerja riilnya pada rakyat.dan berhenti beretorika. Terlebih dengan retorika soal ideologis. Menurut romo dalam kondisi ekonomi nasional saat ini yang masih terpuruk, rakyat hanya butuh mampu membeli kebutuhan dengan uang yang mereka miliki. Dia meminta agar pemerintahan tidak terus-terusan hanya sekedar melontarkan retorika….”

“Bener Romo, tolong pemerintah berhenti retorika ideologis. Rakyat dalam keadaan seperti ini tidak butuh retorika ideologis. Rakyat butuh barangnya ada dan harganya terjangkau. Kalau main retorika dari hari ke hari enggak akan selesai masalah,” kata pungkas Petruk sambil melihat lomba panjat pinang.


*KI SETYO HARJODARSONO adalah putra asli Pacitan, tepatnya di Kecamatan Tegalombo, saat ini aktif sebagai guru di Ponorogo. Beliau telah aktif menulis sejak 1987 di berbagai media lokal dan mataraman, seperti MATAN, WALIDA, MEDIA Pendidikan , Majalah Jemparing, Mimbar Depag dan BENDE. Penulis kini mengampu dan mengasuh rubrik Pringgitan Wayang Semprot di Portal Pacitanku.