Puting Beliung Terjang Bandar, Puluhan Rumah Rusak

oleh -131.121 views
Ilustrasi Angin puting beliung terjang bandar
Ilustrasi Angin puting beliung terjang bandar
Ilustrasi Angin puting beliung terjang bandar
Ilustrasi Angin puting beliung terjang bandar

Pacitanku.com, BANDAR— Bencana angin puting beling mampir juga di Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Pacitan kemarin (12/11) dini hari. Bencana tersebut membuat sedikitnya 16 rumah mengalami kerusakan yang cukup parah. Tidak hanya rumah, sebuah musala yang berada di desa tersebut juga tak luput dari amukan angin puting beliung. ‘’Sebagian besar hanya atapnya yang rusak,’’ kata Didit Maryanto, kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, kepada wartawan.

Atap 16 rumah dan satu musala itu, kata Didit, sebagian besar menggunakan genting. Selebihnya, beratap asbes dan juga seng. Disebutkan, tingkat kerusakan akibat bencana tersebut bervariasi. Beberapa rumah, hanya mengalami kerusakan dengan kondisi atap bolong lantaran gentengnya diterpa angin. Selebihnya, kerusakan terjadi di sejumlah bagian rumah. ‘’Rata-rata bukan rumah induk yang mengalami kerusakan,’’ papar Didit.

Dijelaskan, hanya bangunan rumah milik Suyitno yang mengalami kerusakan cukup parah. Setidaknya, butuh biaya yang cukup besar untuk melakukan perbaikan. Karena banyak bagian rumah yang mengalami kerusakan. Di antaranya, seluruh bagian atap berantakan dan beberapa lainnya terutama yang terbuat dari papan rusak berat. Sehingga, menurut Didit, butuh renovasi total agar bangunan tersebut kembali seperti semula. ‘’Makanya sama pemilik rumah tadi (kemarin, Red) dibongkar lagi,’’ jelasnya.

‘’Memang yang rusak rata-rata hanya atapnya saja,’’ lanjut Didit.Satu dari belasan rumah yang mengalami rusak berat usai tersapu angin puting beliung ini adalah milik Suyitno, warga Desa Kledung Kecamatan Bandar, Pacitan.

Selain bagian atap rumah porak-poranda beberapa tiang bangunan rumah juga ambruk. “Dari pada semuanya roboh, sekalian dirobohkan dan diperbaiki lagi,” kata Sigit Kades Kledung.

Angin kencang ini berhembus keras dari arah Timur saat hujan lebat mengguyur. ”Tidak lama, hanya sekitar satu menit berputar-putar di sekitar pemukiman,” kata Sugiyat, warga lain yang rumahnya juga rusak akibat diterjang angin kencang ini.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Menurut hitungan BPBD, jumlah tersebut untuk perbaikan atau renovasi atap dan bagian rumah yang rusak.