GTPP COVID-19 Pacitan Masih Tunggu Kedatangan Vaksin dari Surabaya

oleh -Dibaca 243 kali
Sebanyak 1,8 juta vaksin dari perusahaan Sinovac itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, akhir Desember 2020 lalu. (Foto: Dok/FB/Jokowi)

Pacitanku.com, PACITAN – Satuan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan masih menunggu kedatangan vaksin untuk memulai tahapan vaksinasi di Kabupaten Pacitan.

“Ini masih menunggu datangnya vaksin dari Surabaya, jadi sampai saat ini nakes belum ada yang divaksin,”kata juru bicara GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, Kamis (14/1/2021) di Pacitan.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia, Rabu (13/01/2021) pagi. Ini ditandai dengan pemberian suntikan dosis vaksin pertama kepada Presiden RI Joko Widodo, di beranda depan Istana Merdeka, Jakarta.

Kemudian di tingkat Provinsi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar secara resmi program vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1/2021).

Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengawali program vaksinasi pertama, selanjutnya diikuti pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim. Wagub Emil menggantikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang masih menjalani isolasi mandiri karena COVID-19.

Kemudian pelaksanaan vaksinasi di Pacitan sendiri terbagi menjadi 4 tahap, dimana tahap pertama bulan Januari hingga April 2021 dengan sasaran petugas kesehatan, petugas pendukung layanan kesehatan dan termasuk petugas tracing.

Pada tahap pertama vaksinasi, juga akan diberikan kepada Kepala Daerah. Namun demikian, Bupati Indartato tidak masuk kelompok umur 18 sampai 59 tahun sebagaimana direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO), sehingga Indartato akan digantikan.

Kemudian tahap ke-2 bulan Januari hingga April 2021 dengan sasaran petugas pelayanan publik seperti TNI, POLRI, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, pelaku ekonomi seperti pedagang pasar .

Selanjutnya tahap ke-3 bulan April 2021 hingga Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi.

Sedangkan tahap ke-4 akan dilaksanakan bulan April 2021 hingga Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dan pelaku ekonomi.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan

No More Posts Available.

No more pages to load.