Bupati Indartato Inginkan Ada Sarana Hiburan di Ruang Isolasi Pasien COVID-19

oleh -13291 views
Bupati Indartato (berbatik) dan Rachmad Dwiyanto jubir COVID-19 Pacitan. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN– Komandan gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan, Indartato, menegaskan, agar pihak rumah sakit yang menangani pasien COVID-19, untuk menyediakan fasilitas hiburan di ruangan yang dijadikan tempat isolasi pasien positif COVID-19.

Hal tersebut seperti disampaikan juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, Senin (27/4/2020).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Bupati Pacitan ini, lanjut Rachmad, agar fasilitas hiburan di ruangan tempat isolasi pasien positif COVID-19, bisa disediakan. Khususnya ruangan yang akan ditempati pasien positif COVID-19 ke-2.

“Pasien tersebut masih berusia belasan tahun. Sehingga agar bisa betah menjalani masa isolasi, Pak Bupati menginginkan adanya fasilitas hiburan di dalam ruangan. Seperti misalnya pesawat televisi,” kata Rachmad.

Bahkan bila perlu ada fasilitas hotspot area. Sehingga diharapkan, pasien akan menjadi terhibur ketika menjalani masa isolasi sampai hasil swab berikutnya dinyatakan negatif.

“Nyamannya pasien, tentu akan menjadi stimulus kesembuhannya. Ini yang diharapkan Pak Bupati,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini.

Sebagaimana pernah diberitakan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, mengatakan, bahwa pasien positif COVID-19, bisa menjalani masa isolasi di rumah. Sepanjang kondisi kesehatannya memungkinkan.

Hal tersebut memang tidak dianjurkan terhadap pasien usia lanjut, apalagi disertai penyakit bawaan. Seperti hipertensi, diabetes melitus ataupun penyakit jantung.

Terkait pasien yang masih berusia belia, sebenarnya sesuai protap kesehatan penanganan COVID-19, bisa menjalani masa isolasi dirumah. Dengan catatan, mereka wajib melaksanakan protokol kesehatan dan kondisinya memang memungkinkan.

Kalaupun terpaksa harus menjalani masa isolasi di rumah sakit, itu sebagai upaya untuk lebih mempermudah tim medis dalam melaksanakan pemantauan dan pengawasan kesehatan pasien. Termasuk cara kuratif (pengobatan) dan pemberian gizi kepada pasien.

Sebab perlu dipahami bahwa sampai detik ini, memang belum ditemukan obat maupun vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut. Selama ini pasien positif COVID-19, hanya diberikan terapi dan asupan gizi seimbang serta vitamin.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan