Semua Personil Puskesmas Gemaharjo Diimbau Karantina Mandiri Selama 14 Hari

oleh -522 views
Ilustrasi Corona

Pacitanku.com, PACITAN – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka, meminta agar semua personil di Puskesmas Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, yang merasa pernah berinteraksi dekat dengan petugas medis yang dinyatakan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Semua personil tanpa kecuali yang pernah berdekatan dengan petugas medis PDP tersebut kami imbau melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” ujar dokter yang karib disapa Hendra ini, menyikapi satu petugas Puskesmas Gemaharjo, Tegalombo yang menjadi PDP, Selasa (31/3/2020).

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas Puskesmas Gemaharjo yang merupakan warga Kabupaten Ponorogo menjadi PDP dan saat ini dirawat di salah satu Rumah Sakit di Ponorogo.

Baca juga: Status Tenaga Medis dari Ponorogo yang Bekerja di Tegalombo PDP

Hendra menjelaskan, sejatinya pasien tersebut dalam kondisi sehat. Namun karena yang bersangkutan pernah datang ke pertemuan yang disitu ditemukan ada orang positif covid-19, tentu statusnya menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sebenarnya orang dengan risiko (ODR). Tapi karena yang bersangkutan pernah hadir disebuah pertemuan yang disitu ditemukan pasien positif COVID-19, statusnya langsung dinaikkan menjadi PDP,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan RTK, memang ditemukan ada virus didalam tubuh pasien tersebut. Akan tetapi apakah itu COVID-19 ataukah bukan, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita berpositif thinking saja. Sebab meski RTK menyatakan positif, namun masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Ya semoga saja bukan COVID-19,” jlentrehnya.

Sementara itu, terkait personil yang ada di Dinkes Pacitan, Hendra juga meminta agar melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Utamanya mereka yang pernah berinteraksi dengan PDP tersebut.

“Pokoknya semua yang merasa pernah dekat, ya harus karantina mandiri selama 14 hari,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan