Awalnya Hobi, Pengusaha Pacitan ini Sukses Ternak Perkutut

oleh -136.800 views

Pacitanku.com, TASIKMALAYA — Awalnya hobi, kini jadi rezeki. Hal tersebut yang kini dirasakan oleh HB Sugiharjanto, seorang pengusaha asal Pacitan. Awalnya hanya hobi beternak burung perkutut, siapa sangka kini dirinya meraup sukses dari aktivitas tersebut.

Saat ditemui di salah satu rumahnya yang digunakan sebagai salah satu cabang ternaknya di Jalan Paseh Suka Wardi No. 276, Kelurahan Tugu Jaya, Kecamatan Cihideng Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini selalu ramai dengan suara perkutut manggung.

Ratusan burung perkutut mulai dari berbagai jenis yang disilangkan mulai dari jenis bangkok, biasa, terasan, perkutut lokal warna hitam dan putih serta berbagai jenis perkutut lomba berhasil dia kembangan.

Semula, pria yang akrab disapa Sugik Enggal ini hanya memelihara ratusan pasang burung perkutut dari pembelian teman peternak. Namun selang Enam tahun berselang, perkutut peliharaannya sudah membuahkan hasil yang signifikan.

“Setelah itu perjuangan saya selama enam tahun di kota Tasik sebagai cabang bisa menghasikan ratusan burung dalam setiap bulannya. Sampai saat ini saya masih terus belajar budidaya sampai sekarang,” ungkapnya saat ditemui Pacitanku.com, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, burung perkutut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Suara perkutut yang merdu itu memang tidak sekadar membuat pemiliknya merasa damai di rumah. Bahkan, ada yang percaya perkutut bisa mendatangkan rejeki atau kehokian bagi sang pemilik.

“Keunikannya lagi setiap burung perkutut memiliki karakter yang berbeda. Masing-masing burung memiliki suara yang berbeda-beda. Selama ini belum pernah nemuin yang suaranya sama, kalo mirip sering, tapi kalau sama saya rasa gak pernah. Jadi harganya pun tidak bisa dipatok,” terangnya.

Hal ini lah yang menjadikan nilai jual burung perkutut cukup stabil dan bervariasi. Mulai kisaran ratusan hingga puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Selain itu, Sugik juga memberikan perlakuan khusus untuk merawat perkutut. Perlakuan pemberian pakan dan minum serta kebersihan kandang dilakukan hampir setiap hari.

“Burung perkutut prospek kedepan cukup baik dan semua punya kesempatan. Tidak hanya peternak besar saja yang punya kesempatan. Jadi harus jeli dan banyak belajar. Soalnya indukan bagus dan pejantan bagus belum tentu menghasilkan anakan bagus,” lanjutnya.

Berkat keuletan dan ketelatenannya, kini Sugik memiliki ratusan ekor perkutut trah juara yang banyak digemari oleh pecinta perkutut dari berbagai daerah.

Menurutnya, tak jarang mereka sengaja datang untuk meminang perkutut peliharaannya mulai dari berbagai daerah.

Untuk satu ekor perkutut jenis bangkok terasan Sugik mematok harga mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan untuk perkutut lomba dia memasang bandrol mulai harga puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Perkutut trah juara yang dikembangkan Sugik mengantarkan namanya cukup dikenal di kalangan pecinta perkutut. Bahkan tak jarang dia justru dijuluki sang maestro perkutut.

“Untuk perkutut lomba memang agak sulit, burung harus fit dan memiliki mental juara. Kadang di rumah bunyi, belum tentu waktu lomba mau bunyi. Untuk sebelum lomba biasanya diumbar terus dikasih jamu dan vitamin kacang ijo. Dan terutama burung lomba perlu proses adaptasi, jadi sering dibawa jalan-jalan untuk menguji mentalnya,” tutupnya.

Terpisah, Sugeng Supriono (26) warga Paseh Tasikmalaya yang dipercaya dan membantu peternakan Sugik sudah hampir enam tahun mengaku sudah mendapatkan peranakan yang bagus.

“Selama eam tahun ini dengan ilmu yang diberi oleh Pak Haji Sugiharjanto ini, sudah menghasilkan peranakan yang bagus, dan sering mendapatkan juara di even besar, salah satunya kota Cirebon, Majalengka, Jogja, dan Semarang,”katanya.

Pewarta: Agus Hermawan
Penyunting: Dwi Purnawan