Pacitan Masih Belum Terbebas dari Penyakit Kusta

oleh -131.025 views

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan ternyata belum terbebas dari penyakit kusta. Dinas kesehatan (dinkes) setempat masih menemukan 9 penderita kusta sepanjang Januari-Mei 2016.

Rinciannya, satu penderita ditangani Puskesmas Kebonagung dan masing-masing dua penderita di Puskesmas Donorojo, Ngadirojo, Tulakan, dan Tegalombo.

Penderita kusta tersebut didominasi laki-laki dewasa dengan jumlah 6 orang. Sedangkan, tiga lainnya adalah perempuan. Tahun lalu, dinkes menemukan 12 penderita kusta baru.

Kasus kusta yang paling banyak ditemukan adalah adalah tipe Multi Basiler (MB) atau kusta basah. Penyembuhannya lebih lama dibandingkan tipe Pausi Basiler (PB) atau kusta kering.

‘’Kusta PB bisa disembuhkan dalam waktu 6 bulan dan tidak menular. Kalau MB butuh waktu hingga 2 tahun dan menular,’’ jelas Rachmad Dwiyanto Kepala Dinas Kesehatan, kemarin.


Dijelaskan, penularan kusta bisa lewat kontak langsung, melalui udara maupun lingkungan. Sayangnya, banyak di antara penderitanya enggan atau kurang rajin berobat ke puskesmas.

Padahal, obat bagi penderita kusta diberikan secara gratis melalui bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ‘’Padahal kebanyakan kasus kusta di Pacitan ini bersinggungan langsung dengan lingkungan,’’ ungkap Rachmad.

Dia menyontohkan, di Kecamatan Sudimoro dan Kecamatan Tulakan hampir setiap tahun ditemukan penderita kusta sejak 2008 lalu. Faktor lingkungan yang kotor dan lembab menjadi pemicu utama.

Selain itu, penderita kusta di keluarga harus menggunakan peralatan makan dan lainnya sendiri agar tidak menular. ‘’Tapi, kebanyakan para penderita tidak merasa atau sadar kalau menderita penyakit kusta,’’ imbuhnya.

Rachmad mengaku, pihaknya tengah mengupayakan adanya penanganan sentralisasi. Bukan hanya untuk penderita kusta saja, namun beberapa penyakit menular lainnya. Seperti HIV/AIDS, TBC serta gangguan jiwa.

‘’Karena keluarga sudah mereka apatis terhadap hal itu. Dengan adanya sentralisasi diharapkan bisa mencegah penyebaran dan penularan penyakit,’’ pungkasnya. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun