Tahun ini, 115 Rumah di Pringkuku Dapat Bantuan Sambungan Listrik

oleh -13880 views

Pacitanku.com, PACITAN — Masih banyaknya warga Pacitan yang belum menikmati aliran listrik untuk kehidupan tak pelak membuat prihatin. Pasalnya, ditengah upaya pemerintah menyejahterakan rakyatnya, terdapat sekitar 2 ribu kepala keluarga (KK) dari 300 dusun di Pacitan yang belum teraliri listrik. Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan, ada sekitar 9.800 KK di Pacitan belum teraliri listrik secara mandiri.

Menyikapi kondisi tersebut, Didik Agus Wijanarko, Kepala Bidang Energi dan Kelistrikan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Didik Agus Wijanarko, baru-baru ini di Pacitan menyebut bahwa pihaknya terus mengupayakan pelan-pelan masyarakat yang belum teraliri listrik bisa dibantu.

“Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pemberian bantuan hibah pemasangan listrik gratis dari Kementerian ESDM, adapun, bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Terang Untuk Bangsa selaku pendamping kelompok-kelompok masyarakat minim listrik, untuk tahun ini sendiri kita berikan 115 rumah berupa sambungan listrik bagi penduduk di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku,’’ jelasnya.


Data di Jatim, Didik menyebut sekitar 17 persen dari total 38 juta penduduk di Jatim  belum menikmati listrik sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah. “Data terakhir mencatat rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur baru mencapai 83 persen. Dengan kata lain, sebanyak 17 persen warga Jawa Timur belum memiliki dan menikmati listrik di rumahnya,” kata Didik.

Didik menjelaskan, bahwa terdapat berbagai faktor yang menyebabkan 17 persen warga Jatim  belum memiliki listrik. Di antaranya karena tergolong warga tidak mampu sehingga keberatan menanggung biaya pemasangan listrik dan terkendala belum adanya jaringan listrik di daerah tempat tinggalnya.  “Rata-rata yang belum memiliki listrik itu adalah warga kurang mampu yang berdomisili di daerah terpencil dan kepulauan,” kata dia.

Sementara, secara nasional, rasio elektrifikasi Indonesia hingga kini baru mencapai 87 persen. Sisanya, ada daerah di Indonesia yang masyarakatnya masih belum bisa mengakses listrik.

Di Pacitan sendiri, sebanyak 300 dusun belum teraliri listrik tersebut diantaranya karena faktor terletak di daerah dataran tinggi, atau lebih tepatnya berada di ketinggian 400 meter sampai 600 meter diatas permukaan laut (Dpl). Di antaranya beberapa dusun di Kecamatan Sudimoro, Tegalombo, Bandar, dan Nawangan.

Sebagian warga tersebut, untuk penerangan malam, hanya menggunakan ublik alias lampu penerang berbahan bakar minyak. Bahkan, keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro pun belum mampu menyelesaikan problem kebutuhan listrik di wilayah Pacitan.  Padahal pembangkit berkapasitas 10 ribu mega watt (MW) tersebut sudah diresmikan Presiden RI sat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Oktober 2013 silam. (RAPP002)